SuaraKalbar.id - Kejadian tak mengenakkan dialami aktivis kesehatan Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta yang kerap menyuarakan kritik terkait penanganan pandemi, termasuk soal penerapan Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKm)
dr Tirta mengaku dirinya disentil seorang temannya gara-gara kerap mengkritisi kebijakan pemerintah soal PPKM. Orang tersebut, diakuinya dekat dengan pemerintah.
Melalui postingan yang dibagikan di Twitter pribadinya Jumat (17/7/2021), dokter yang juga dikenal sebagai influencer itu membongkar isi pesan temannya. Pesan itu memuat teguran untuk dr Tirta agar tak usah menyinggung soal kebijakan atau politik.
Berikut isinya.
"Saran untuk dr Tirta: back to basic urusi saja soal kesehatan dan solusi bagaimana cara mengatasi pandemi Covid-19. Jangan urusi soal kebijakan, soal ranah hukum, saol politik, dll," demikian tulis pesan tersebut.
Terkait hal itu, dr Tirta pun memberikan tanggapan. Ia kecewa karena merasa dilarang untuk bersikap kritis di tengah situasi yang darurat akibat pandemi Covid-19.
"Begini resikonya kalo kritisi ppkm? Padahal saya cuma bicara : ppkm yang efektif kalo kebutuhan warga dipenuhi. Dan dibales oleh "satu sosok" yg saya kenal baik banget. Dan dia dekat dengan pemerintah. Dijawab begini, sedih amat yah. Kritik aja ga boleh," tulis dr Tirta melalui akun Twitternya, Jumat (16/7/2021).
Ia mempertanyakan maksud teguran yang disampaikan temannya itu. Menurutnya, tidak serta merta dengan mengkritik kebijakan berarti jadi anti pemerintah.
"Emang kalo kritik ppkm, harus pejabat? Emang selama ini yg buat kebijakan soal covid dokter? Nakes? Emang selama ini yangg statement ivermectin? Nakes? Siapakah sosok ini? Ye kalo sampe dm nya saya bales ya jelas bukan orang sembarang. Cara bungkamnya gitu amat dah," sambungnya.
Baca Juga: DPR: Perpanjangan PPKM Darurat Harus Memperhatikan Ekonomi Rakyat
Sebelumnya, dr Tirta menilai kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan mulai 3-20 Juli 2020 tidak begitu efektif mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, walau tingkat kesembuhan naik, tetapi tak ada pengurangan signifikan dari kasus Covid-19 di Indonesia.
Selain itu dari segi ekonomi, rakyat kini justru makin menderita karena sulitnya mencari uang. Ia pun meminta agar PPKM Darurat dievaluasi. Kalaupun pemerintah masih ngotot ingin menerapkan atau memperpanjang PPKM, mereka harus membiayai rakyat yang penghasilannya harian.
"Pemerintah itu sekarang pilihannya cuma dua, kalau enggak PPKM, ya warga yang penghasilannya harian ya diurusin. Kalau enggak mereka kalau sakitnya kena covid mereka enggak akan ada uang untuk mengurus," ujarnya seperti dikutip dari Hops.id (jaringan Suara.com).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki
-
BRI Cetak Wirausaha Baru dari Kalangan PMI, Cirebon Jadi Fokus Program
-
Dana SAL Kembali Ditempatkan, BRI Siap Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Lewat Pembiayaan Produktif
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas