Hal senada diungkapkan, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perkumpulan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Vito A. Damay Sp.JP(K)., M.Kes., FIHA., FICA, FAsCC.
Dia, melalui keterangannya, juga mengatakan, kemungkinan kejadian miokarditis sangat kecil dan jarang usai seseorang mendapatkan vaksin COVID-19 yang berbasis mRNA.
COVID-19 sendiri menyebabkan miokarditis. Secara keseluruhan, orang yang mengalami COVID-19 punya risiko mengalami miokarditis sebesar 2,3 persen.
Sementara orang yang berisiko terkena miokarditis setelah disuntik vaksin COVID-19 berbasis mRNA hanya sekitar 0,000 sekian persen.
"Tenang saja, ini kecil sekali kemungkinannya, jarang. Karena itu tetaplah percaya diri vaksinasi ini manfaatnya jauh melebihi efek sampingnya," kata Vito.
Tips redakan gejala dan usai divaksin
Untuk meredakan gejala seperti demam, Pihak Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan Anda banyak minum dan tidak mengenakan pakaian terlalu tebal. Sementara untuk nyeri, Anda bisa melakukan kompres dingin atau menggerakkan lengan yang nyeri.
Bila nyeri tak tertahankan, Anda bisa meminum obat seperti Paracetamol. Tetapi bila masih bisa ditahan, sebaiknya Anda tahan karena obat-obatan anti-inflamasi bisa mempengaruhi respon imun.
Menurut Fajri, sebagai salah satu vaksin COVID-19 terbaik (efikasi 94,1 persen), Moderna juga memicu respon tubuh yang cukup kuat sekaligus antibodi tertinggi dibanding vaksin lain.
Kemudian, bila ada kecurigaan sesak napas, dada berdebar-debar, nyeri dada sebaiknya konsultasikan ini pada dokter jantung agar Anda segera mendapatkan penanganan.
Selain itu, setelah divaksin lakukan pola hidup sehat, seperti istirahat cukup dan konsumsi makanan serta minuman yang bergizi seimbang, tidak begadang hingga beberapa minggu ke depan, tidak merokok, meminum minuman beralkohol.
Baca Juga: Syarat Nakes Riau Jalani Suntik Booster Vaksin Moderna
Fajri mengingatkan, pembentukan imunitas optimal membutuhkan waktu hingga satu bulan usai vaksinasi dosis pertama Moderna, walau ini bervariasi masing-masing individu. Oleh karena itu, terapkanlah pola hidup sehat minimal selama itu baik pada dewasa muda maupun lansia. (Antara)
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional