SuaraKalbar.id - SAM, sorang wanita diamankan polisi atas kasus pemalsuan hasil Tes PCR. Wanita 20 tahun itu diduga palsukan hasil tes PCR demi ikut suaminya terbang ke Jakarta.
SAM sdiciduk saat tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tenggah, Kamis (12/8/2021). Terungkapnya kasus PCR palsu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Gultom Agung.
Ia mengatakan SAM menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta setempat terkait PCR Palsu.
SAM, kata dia menjalani pemeriksaan setelah kedapatan membawa hasil PCR palsu kepada petugas. Kala itu, dia bersama suaminya yang merupakan warga negera Malaysia, TW (59).
"Wanita itu terbukti melakukan pemalsuan dokumen PCR saat hendak berangkat ke Jakarta di Bandara Tjilik Riwut, dan yang bersangkutan dikenakan Pasal 268 ayat 1 dan 2," kata Gultom seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/8/2021).
Pemalsuan ini terungkap seusai petugas bandara mencocokkan hasil barcode yang tertera di surat PCR milik SAM bersama suaminya. Ternyata hasil dari pemeriksaan petugas suaminya TW hasilnya negatif dan SAM warga Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur itu positif.
Mengetahui hal tersebut, SAM langsung diserahkan ke pihak Satreskrim Polresta Palangka Raya.
Kepada polisi, wanita berambut pirang itu mengaku mengedit hasil tes PCR lewat HP.
"Saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, yang bersangkutan mengakuinya telah mengubah surat hasil PCR dari RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya berubah dari positif menjadi negatif dengan menggunakan handphonenya," katanya.
Baca Juga: Bergejala, IRT di Palangka Raya Meninggal di Rumah Diduga Karena Covid-19
Kemudian, sambung Gultom, dia juga sudah menjelaskan kepada penyidik cara yang bersangkutan merubah bukti surat PCR tersebut dari positif menjadi negatif.
Sedangkan surat dokumen PCR milik suaminya negatif. Atas perbuatannya itu SAM harus berurusan dengan polisi terkait hal tersebut. Namun, untuk suaminya, hanya sebagai saksi dari kasus tersebut.
Atas perbuatannya palsukan hasil PCR, SAM terancam hukuman penjara selama empat tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara
-
Dukung Pembangunan Nasional, BRI Salurkan KUR Rp167,01 Triliun hingga September 2026
-
Karhutla Kian Mengancam, 62.400 Balita Terserang ISPA: Pemerintah Harus Bertindak!
-
Agar Akses Berbagai Layanan di Koperasi Desa Makin Mudah, BRI Hadirkan BRILink Agen