SuaraKalbar.id - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Segedong, AKP Purn Edwar tewas dalam insiden perkelahian dengan seorang pria berinisial MS (55) di Desa Peniti Dalam 1, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (8/9/2021) malam.
Melansir laman Insidepontianak.com, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, DAD Kabupaten Mempawah telah mengeluarkan sikap. Mereka menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian, dan meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan isu liar yang beredar.
Saat dikonfirmasi, Ketua DAD Kabupaten Mempawah, Amon Amed mengatakan, pihaknya telah berkunjung ke Mapolsek Segedong bersama YL, anak AKP Purn Edwar. Kunjungan itu untuk memberikan pendampingan kepada anak AKP Purn Edwar.
“Korban yang meniggal dunia AKP Purn Edwar adalah Ketua DAD Kecamatan Segedong. Saya atas nama DAD Kabupaten Mempawah mengimbau masyarakat tetap tenang dan jangan terprovokasi. Kami juga hadir memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban,” katanya.
“Kita percayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Mereka pasti akan bertindak profesional,” sambungnya.
Amon mengatakan, kasus pembunuhan tersebut juga akan diselesaikan secara adat karena Ketua DAD adalah simbol adat bagi suku dayak. Dia tak ingin ada yang merasa tidak puas nantinya dengan pengurus dan sesepuh adat dayak di Mempawah.
“Secara hukum adat juga akan kita urus nanti. Kita selesaikan dulu proses pemakaman korban dan lain-lainnya. Kita akan berkoordinasi dengan Timanggug (pengurus) adat dayak di Mempawah lebih dulu untuk mediasi keluarga kedua belah pihak,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Tukul Habisi Guru Ngaji Anaknya Saat Kepergok Mencuri
-
Lantaran Sakit Hati Sering Diomelin, Rendi Bunuh Ibu Kandungnya dengan Sebilah Parang
-
Polda Jabar Umumkan Hasil Labfor, Pelaku Pembunuhan Amel Segera Diungkap
-
Mantan Kapolsek di Kalbar Dibacok Sampai Tewas, Lehernya Digorok
-
Yosef Disebut Tak Tahan Terus Dicecar Pertanyaan soal Pembunuhan Amel dan Tuti
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?