SuaraKalbar.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pontianak Kota masih menyelidiki alat yang digunakan peneror kantor Bank Sinarmas Pontianak.
Melansir laman Insidepontianak.com, peristiwa itu terjadi pada Senin (27/9/2021). Menyisakan 15 lubang bekas tembakan. Empat tembakan menyasar ruang Kepala Kantor Wilayah Bank Sinarmas Pontianak, Daniel Suherman.
“Alat yang digunakan masih kami selidiki. Bisa dilempar bisa diketapel. Yang jelas bukan senjata,” kata Kasat Reskrim Polres Pontianak Kota, AKP Rully Robinson Poli, Selasa (28/9/2021).
Dia memastikan pelaku teror Bank Sinarmas itu tidak gunakan senjata api. Sebab, tidak ditemukannya barang bukti jejak proyektil di tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti yang ditemukan hanya 10 butir kelereng.
Barang bukti itu diduga menjadi penyebab lubang di kaca kantor Sinarmas. Saat ini, Sinarmas sudah membuat laporan resmi ke Polres Pontianak Kota. Penyelidikan masih terus dilakukan kepolisian untuk mengungkap peneror kantor Bank Sinarmas itu.
“Apakah ini pesaing bisnis atau nasanah masih kita dalami,” ucap Rully.
Tag
Berita Terkait
-
Teror Tembakan di Kantor Bank Sinarmas Pontianak, Ruang Kepala Jadi Sasaran
-
Kaca Kantor Bank Sinarmas di Pontianak Pecah Diketapel OTK, Polisi Buru Pelaku
-
Polisi Selidiki Penembakan Gedung Bank Sinarmas Pontianak
-
Bank Sinarmas Pontianak Ditembak, Ada Belasan Lubang di Jendela
-
BREAKING NEWS Bank Sinarmas Pontianak Diduga Ditembaki Orang Tak Dikenal, Kaca Bolong
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah