SuaraKalbar.id - Berbekal sederetan prestasi yang diukirnya tidak sebatas level nasional karena sudah merambah hingga kancah internasional, lifter (angkat besi) Kalbar (Kalimantan Barat) Putri Aulia optimistis membawa pulang medali di PON Papua.
"Menjadi atlet angkat besi merupakan sebuah capaian membanggakan bagi saya. Dan saya di PON ini mohon doa dari seluruh masyarakat Kalbar agar kami dapat berhasil membawa pulang medali," kata Putri Aulia Andriani, dilansir dari Antara, Rabu (29/9/2021).
Putri bersama rekan telah selesai menjalani latihan sebagai persiapan menghadapi PON XX di pusat latihan Angkat Besi Gedung KONI Kalbar, dengan waktu latihan menyisakan satu hari saja dan Putri harus bertolak ke Papua.
“Grogi dan tegang pasti ada, tapi mungkin karena saya sudah pernah melewati even nasional, kejuaraan dunia dan terakhir Sea Games jadi rasa tegang dan grogi tidak terlalu berlebihan,” katanya.
Bagi Putri di dalam pertandingan angkat besi, ia fokus terhadap teknik angkat besi dan tidak pernah sedikitpun berfikir maupun melihat apa dan bagaimana capaian lawan-lawannya.
Bukan artinya sesumbar terhadap lawan, namun ia lebih berupaya agar dirinya sendiri maksimal sesuai arahan pelatih.
Gadis kelahiran 16 Mei 2002 ini sejujurnya sudah tahu siapa lawan yang menjadi pesaing terberatnya pada PON Papua,k karena di 2019 sudah bertemu saat Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PraPON).
Tantangan di olah raga angkat besi ialah ada kalanya enggan untuk mengangkat beban, Putri mengaku ia pun berusaha ikhlas dan niat tulus serta sabar untuk memegang beban kemudian mengangkatnya setinggi mungkin.
Ia menceritakan, belajar dari pengalaman yang menyakitkan dan selalu marah serta kecewa terhadap diri sendiri.
Baca Juga: Optimistis, Atlet Panjat Tebing Kalbar Siap Berlagak di Dua Kelas PON Papua
Namun berkaca dari hal tersebut ia belajar untuk ikhlas bahkan secara pribadi memacu diri sendiri untuk bisa dan mampu mengangkat beban mencapai ratusan kilogram tersebut.
“Mengangkat beban ini pasti sakit, jadi saya berusaha untuk niat yang tulus, ikhlas dan sabar, ini yang selalu saya lakukan di setiap pertandingan,” ujarnya.
Menurutnya, kunci sukses kariernya di dunia olah raga maupun tekad prestasi di PON Papua nanti ialah doa kedua orang tua dan rahmat Allah SWT, dia mengaku selalu berserah terhadap perjuangan tanpa lelah yang ia lakukan.
"Di PON XX Papau nanti ada sekitar tujuh lifter yang akan menjadi pesaing mulai dari Jawa Barat, Kaltim, Lampung, Jakarta, Jateng dan Papua," ujarnya.
Pada pertandingan nanti, ia akan melakukan dua jenis angkatan yakni Snatch dan Clean And Jack.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin melakukan angkatan sehingga totalnya bisa mengamankan podium dan berhak membawa pulang medali ke Bumi Khatulistiwa," ujarnya optimistis.
Berita Terkait
-
Cabor Wushu Buka Pertandingan PON Papua Klaster Merauke
-
PON XX Papua 2021: Nandira Mauriskha Sumbang Emas Wushu Kedua Bagi DKI Jakarta
-
Tambah Dua Emas dari Cabor Sepatu Roda, DKI Kuasai Puncak Klasemen PON Papua
-
Bernilai Ekonomi Tinggi, Kalbar Ekspor Kratom ke Belanda
-
Malut dan Sulut Sukses Raih Kemenangan, Jateng dan Sumut Bermain Imbang
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Ini Empat Infeksi Paru-Paru yang Perlu Diwaspadai
-
Pasokan LPG 3 Kg Subsidi di Nanga Pinoh Lancar Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Harga Rp21 Ribu
-
Kisah Slamet, Muslim Penjaga Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya Selama 30 Tahun
-
Potret Toleransi di Kalbar: Kisah Pak Udin, Muslim Tuli yang Bekerja di Vihara Sungai Kakap
-
Lebih dari 54 Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JK