Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Jum'at, 05 November 2021 | 14:33 WIB
Momen pengusiran Ratu Nina saat penobatan Tanaya Ahmad sebagai Maha Ratu Kesultanan Kadriah Pontianak pada Minggu (31/10/2021). [Tangkapan layar]

Sebelumnya, Diaspora Zuriat Alkadrie Pontianak menyampaikan pernyataan sikap terkait insiden pengusiran Maha Ratu Mas Mahkota Kusuma Sari Nina Widiastuti yang terjadi di Kesultanan Kadriah Pontianak pada Minggu (31/10/2021).

Diaspora Zuriat Alkadrie Pontianak menyatakan sikap terkaot insiden di Kesultanan Kadriah Pontianak. [Istimewa]

Dalam pernyataannya, mereka menganggap insiden tersebut dapat mengakibatkan jatuhnya marwah Keraton Kesultanan Kadriah.

 "Kami Diaspora Zuriat Alkadrie Pontianak secara emosional merasa terpanggil untuk membahas dan mendiskusikan yang kemudian merumuskan beberapa poin pemikiran demi menjaga marwah Kesultanan Pontianak," kata Juru Bicara Diaspora Zuriat Alkadrie Pontianak Habib Ali Alkadrie, Kamis (4/11/2021).

Dalam diskusi yang dihelat di komplek pemakaman Kesultanan Alkadrie Pontianak di Batulayang pada Rabu (3/11/2021) malam menghasilkan beberapa resolusi.

Baca Juga: Pangeran Seri Negara Minta Maaf Soal Pengusiran Ratu Nina dari Istana Kesultanan Pontianak

Resolusi tersebut menyatakan, sikap penyesalan mendalam terhadap prahara yang menimpa Kesultanan Kadriah Pontianak dalam penobatan kemarin, mengakibatkan jatuhnya marwah Keraton Kesultanan.

"Dengan tegas kami menyatakan bahwa rangkaian kejadian yang terjadi kemarin bukan merupakan bagian adat istiadat dari Kesultanan Kadriah Pontianak," tegasnya.

Selain itu, Diaspora Zuriat Alkadrie Pontianak meminta kepada pihak para waris dan ahli waris Kesultanan Kadriah Pontianak untuk segera melakukan rapat tertutup membahas rangkaian kejadian yang disinyalir menyalahi adat istiadat dan semangat pendiri Kesultanan Pontianak.

Untuk diketahui, kisruh pengusiran Maha Ratu Mahkota Kusuma Sari Nina Widiastuti saat penobatan Tanaya Ahmad sebagai Maha Ratu di Kesultanan Kadriah Pontianak masih berlanjut.

Bahkan, Sultan IX Kesultanan Kadriah Pontianak PYM Syarif Machmud Melvin Alkadrie mendatangi Polresta Pontianak pada Kamis (4/11/2021).

Baca Juga: Kronologi Versi Anak Sultan Pontianak yang Diusir

Kehadiran Sultan Melvin untuk mendampingi tiga pengawalnya yang diperiksa sebagai saksi dalam laporan penganiayaan Maha Ratu Mas Mahkota Kusuma Sari Nina Widiastuti di Kesultanan Kadriah Pontianak, Minggu (31/10/2021) lalu.

Load More