SuaraKalbar.id - Satu mobil terpaksa diapungkan menggunakan drum saat dievakuasi dari lokasi banjir di wilayah Desa Kenyauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.
Menurut keterangan warga sekitar, mobil yang terpaksa diapungkan tersebut sudah terrendam banjir selama dua minggu.
"Ini mobil warga sini. Sudah terendam selama dua minggu sejak awal banjir. Air sudah sampai masuk ke mesin," kata warga setempat kepada Suara.com, Rai Pratiwi pada Kamis (11/11/2021).
Ia mengemukakan, banyak akses jalan di desanya yang terputus sehingga tidak bisa dilewati mobil sejak awal banjir melanda. Karena itu, sebagian warga membiarkan mobil-mobilnya diparkirkan di garasi.
Namun tanpa diduga, air begitu cepat naik ke permukaan. Sehingga warga tidak keburu memindahkan mobilnya ke dataran yang lebih tinggi.
"Karena setiap tahun pasti banjir di desa ini, jadi dikira tak bakal sampai setinggi ini banjirnya. Ternyata banjir tahun ini tinggi sekali. Jadi mobil-mobil yang dibiarkan di garasi, terendam selama dua minggu," jelasnya.
Ketinggian air dari permukaan tanah mencapai kurang lebih tiga meter. Sedangkan dalam rumah warga, air sudah setinggi pinggang orang dewasa, termasuk rumahnya, yang ikut terendam.
"Di sini rata-rata rumah panggung karena tepian Sungai Kapuas. Paling dalam di rumah sudah ada yang di atas pinggang. Dalam rumah saya, air sudah sepinggang. Tiang rumah dari permukaan satu meter setengah," kata Rai.
Ia mengatakan, ada enam RT di desanya yang terendam banjir berada di pinggiran Sungai Kapuas. Sementara RT di kawasan lain, masih aman dari banjir.
Baca Juga: Banjir Besar di Sintang, Mobil Boks Jadi Kendaraan Amfibi untuk Evakuasi Warga
"Daerah RT lain, di atas (dataran tinggi). Jadi banyak warga yang sudah simpan kendaraan di daerah atas untuk keluar masuk belanja dan lain-lain. Paling aktivitas warga menoreh karet yang sudah lumpuh total karena kebun mereka sudah terendam," katanya.
Ada 1,661 keluarga yang terdampak banjir di 11 desa wilayah Kecamatan Sepauk. Banjir yang melanda di Kecamatan Sepauk tersebut disebabkan luapan Sungai Kapuas dan Sungai Sepauk.
Kapolsek Sepauk Ipda Heru Woldy menjelaskan, berdasarkan monitoring anggotanya di lapangan, debit air mengalami peningkatan pada kawasan hulu Sungai Sepauk.
Sedangkan desa yang berada di hilir Sungai Sepauk, kondisi debit air kembali meningkat dan diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini dikarenakan peningkatan debit air di aliran Sungai Kapuas maupun Sungai Sepauk.
Desa yang berada di hilir Sungai Sepauk dan bantaran Sungai Kapuas, saat ini mengalami peningkatan debkt air. Di pemukiman dan jalan utama, air sudah setinggi antara 80 centimeter sampai 3 meter.
Menyikapi ini, Polsek Sepauk terus memberikan imbauan kamtibmas pada masyarakat yang terdampak banjir. Mengingat masih terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di daerah hulu sungai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Emas, Aktivasi 50 Nasabah Raih 1 Gram
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG