SuaraKalbar.id - Curiga lantaran istrinya tidak pulang selama empat bulan, Tedi akhirnya berhasil menemukan istrinya sedang bersama selingkuhannya berinisial TK alias BW yang berstatus sebagai Apatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Pontianak.
Peristiwa tersebut terjadi setelah istri Tedi, WS dan TK digerebek di sebuah rumah mewah milik ASN tersebut di Graha Borneo 2, Jalan Perdamaian, Kecamatan Sungai Kakap pada Sabtu (27/11/2021).
Kejadian tersebut bermula dari kecurigaan Tedi, lantaran sang istri, WS sudah empat bulan tidak pernah pulang ke rumah mereka maupun ke rumah orang tuanya. Hingga, ia mendapati istrinya bersama dengan TK di bandara.
“Saya pun mencari. Sampai akhirnya saya sempat bertemu dia (WS) di bandara bersama TK,” kata Tedi seperti dikutip Insidepontianak.com-jaringan Suara.com.
Sejak saat itu, Tedi mulai mencurigai hubungan istrinya dengan TK. Hingga akhirnya, ia bersama rekannya mengikuti istrinya saat tengah berada dalam sebuah warung kopi.
Setelah mengikutinya, ternyata WS masuk ke dalam rumah TK.
Dengan perasaan marah dan kecewa, Tedi kemudian memanggil RT setempat, tiga orang warga dan penjaga untuk menggerebek WS dan TK.
Mereka menggedor pagar, namun tak ada jawaban. Ternyata, TK mengetahui tindakannya sudah diketahui warga melalui CCTV.
Ia pun berusaha kabur, lompat dari gerbang belakang rumahnya. Namun upaya untuk kaburnya diketahui oleh rekan Tedi. TK pun dibawa masuk ke rumahnya dalam keadaan basah kuyup.
Baca Juga: Bingung Mau Pisah dari Pasangan yang Berselingkuh? Pertimbangkan 3 Hal Ini Dulu!
“Saat rekan saya hendak menuju kantor polisi (Polsek Kakap), kami melihat TK basah kuyup. Rupanya dia lompat pagar, ” jelasnya.
Saat diinterigrasi di depan warga, TK masih mengelak atas tuduhan perselingkuhan. Sedangkan, WS berada dalam sebuah kamar terbuka.
Tedi mengatakan, ia menemukan pakaian dalam wanita sedang digantungkan disana dan TK sempat menolak CCTV-nya disita oleh polisi, yang tidak lama datang.
“Saat polisi hendak menyita CCTV, dia (TK) menolak. Namun akhirnya diberikan. Pakaian dalam juga diamankan, ” katanya.
Kemudian, keduanya dibawa ke Mapolres Kubu Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tedi meminta, polisi harus mengedepankan hukum dan transparan, dikarenakan kasus ini dinilai sudah melanggar pasal 284 No. 417-418 KUHP mengenai perzinahan.
Ia juga berharap, TK selaku ASN mendapatkan saksi tegas dari Wali Kota Pontianak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian