SuaraKalbar.id - Baru-baru ini sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan kondisi jalan berlumpur hingga menyulitkan beberapa pengendara, yang salah satunya adalah seorang guru, untuk melaluinya.
Seorang guru perempuan dan warga yang melintas menggunakan sepeda motor nampak begitu berhati-hati karena kondisi jalan yang licin sehingga membuat para pengendara rawan terjatuh.
Di dalam video nampak beberapa orang dewasa yang dibantu oleh sejumlah anak kecil sedang mencoba menata papan kayu di atas jalanan lumpur tersebut agar dapat dilalui. Seorang anak bahkan mencoba membantu dengan menggunakan cangkul sebagai alat.
Menurut keterangan Sambasinformasi melalui caption di unggahan video tersebut, anak-anak itu merupakan murid dari seorang ibu guru yang kesulitan melawati jalan tersebut. Mereka mencoba membantu membuat jalan bagi gurunya dengan menyusun papan kayu tanpa memperdulikan kondisi mereka yang menjadi kotor penuh lumpur.
Selain memuji para anak yang mencoba membuat jalan menggunakan papan kayu di tanah lumpur tersebut, @sambasinformasi dalam unggahannya juga menyoroti kondisi jalan yang rusak. Dalam unggahannya, @sambasinformasi menulis keterangan bahwa jalan di Carekan rusak parah.
“Carekan parah jalannye, Semoga cepat di bagusek, Curhatan IBU GURU,” tulis admin akun tersebut.
Warganet pun langsung merespon unggahan video tersebut melalui kolom komentar. Seperti salah satu akun @hairulnsp, ia menuliskan komentar.
”Gimana jalan ini wahai pak bupati & pak wakil bupati,” Tulisnya dalam postingan itu.
Selain itu, banyak warganet yang berkomentar untuk mendoakan anak-anak kecil yang mencoba menata papan kayu di jalan tersebut agar selalu diberi kesehatan, dan warga bisa diberi kesabaran.
Baca Juga: Viral Bandar Narkoba Nyaris Tabrak Anggota Polres Metro Jakarta Barat Saat Coba Kabur
Ada juga warganet yang merasa sedih dengan kondisi jalan yang seperti dalam video itu.
“Yaallah sedih liat jln nye teringat jalan kamek 10 tahun yg lalu parah nye bukan main,” ujar @yogi_rmdn03
“anak2 aja paham yak an,” ungkap @frengky_romanus_
“Salut dengan semangat nye, mane yg jalan bagus, motor bagus, jajan cukup maseh nak bolos sekolah, yo supan dgn biak2 yo,” ujar @oh_kau_ke_gun
“Masya Allah, mmg betul orang2 yg sabar & ikhlas smuenye,” ungkap @thereal.inuerr
“law di skw udh langsung di tinjau ye. Beda dgn smbs,” ujar @acan967
Tag
Berita Terkait
-
Viral Bandar Narkoba Nyaris Tabrak Anggota Polres Metro Jakarta Barat Saat Coba Kabur
-
Mengamuk dan Bawa Pisau di Mapolres Lumajang, Pria ODGK Berhasil Diamankan
-
Cowok Angkut Es Teh Seberat Karung Beras, Ending Terjengkang Ke Empang: The Real Yang Terdalam
-
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Apresiasi Jukir Jujur yang Kembalikan Emas Seberat 50 Gram
-
Dunia Milik Berdua, Pasangan Kekasih Terekam Berciuman Saat Berkendara
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
Nasib Orangutan yang Tersesat di Kebun Warga Ketapang, Dievakuasi ke Gunung Palung