Scroll untuk membaca artikel
Bella
Rabu, 02 Februari 2022 | 21:35 WIB
Ilustrasi Korupsi (Pixabay/Alex F)

SuaraKalbar.id - Seorang tersangka berinisial S terkait dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) diamankan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

S merupakan tersangka terkait pembangunan Terminal Bunut Hilir di wilayah Kapuas Hulu.

"Ini tersangka pertama yang kami tahan di Rutan Putussibau selama 20 hari ke depan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kapuas Hulu Adi Rahmanto, melansir Antara, Rabu (2/2/2022).

Menurut Adi, dalam kasus Tipikor Terminal Bunut Hilir tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka lainnya, karena memang kita ketahui bersama dana korupsi tidak mungkin dilakukan sendiri.

"Pemeriksaan terus berjalan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru," jelas Adi.

Ia menjelaskan, bahwa pembangunan Terminal Bunut Hilir bersumber dari dana Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Kapuas Hulu Tahun 2018 pada Dinas Perhubungan Kapuas Hulu dengan nilai kontrak Rp1,69 miliar dan masa kontrak 120 hari yang berlangsung dari 4 September 2018 sampai dengan 31 Desember 2018.

Karena tidak dapat diselesaikan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati dalam kontrak, terhadap kontraktor kemudian diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan namun masih tidak terselesaikan.

Akhirnya, pada bulan Oktober Tahun 2019 Dinas Perhubungan Kapuas Hulu melakukan pemutusan kontrak pembangunan Terminal Bunut Hilir.

"Untuk tersangka berikutnya kita tunggu saja hasil pemeriksaan selanjutnya," kata Adi.

Load More