SuaraKalbar.id - Masyarakat Sekadau dalam sebulan terakhir ini mengeluhkan sering terjadi pemadaman listrik di wilayahnya. Pemadaman itu pun terjadi secara bergilir.
Dikonfirmasi, Manager PLN Sekadau, Markus Adi membenarkan adanya pemadaman listrik secara bergilir di wilayah tersebut. Hal itu terjadi karena ada perbaikan mesin.
“PLTU Sintang ada perbaikan, PLTD Suak Payung juga ada 1 unit gangguan. Suplai dari Sanggau kadang terkendala gangguan kabel tanah. Makanya diadakan pemadaman bergilir,” katanya melansir dari SuaraKalbar.co.id--Jaringan Suara.com, Sabtu (5/3/2022).
Ia berharap perbaikan PLTU dan PLTD Suak Payung segera normal. Pihaknya juga meminta maaf kepada konsumen PLN atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik tersebut.
“Mudah-mudahan Gardu Induk Sekadau segera operasi untuk mengatasi masalah defisit daya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama