Scroll untuk membaca artikel
Bella
Sabtu, 02 April 2022 | 18:20 WIB
Warga saat nyekar di kawasan TPU Babussalam, Gg Merak 1, Kecamatan Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Rabiansyah/suara.com)

"Kalau udah jelang puase ni bang suke saye, karene bise dapat duit dari hasil nebas," jelasnya.

Aji menawarkan jasa untuk menebas rumput yang ada di pemakaman dengan cara mendatangi orang-orang yang baru akan berziarah, lalu dirinha menawarkan jasa tersebut tanpa dilakukan pemaksaan.

"Bu pak boleh ndak saye bersihkan rumput ni, kalau ndak boleh juga ndak ape bu pak," katanya jika sedang menawarkan jasanya.

Dirinya tak menentukan tarif untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Riset Menunjukkan, Puasa saat Hamil Trimester Kedua Bisa Turunkan Resiko Penyakit Gula

"Berape yang di kasik saye ambek bang, kadang 5 ribu kadang gak 3 ribu, saye dan kawan-kawan lainnya ndak ade netapkan harge bang," katanya.

Dirinya selalu bersyukur dengan penghasilan yang di dapat, dan tak pernah malu dengan pekerjaan yang saat ini ia lakukan.

"Kalau ditanyak malu ke ndak, ye ndak malulah karne kan bukan tindak kriminal lagi pula inikan halal, saye selalu bersyukur dengan pekerjaan ini, intinya ini halal," paparnya.

Sementara itu satu diantara penziarah, Hendra mengaku bahwa dengan adanya penjual bunga dan jasa tebas rumput membuat dirinya tidak repot lagi untuk membawa dari rumah.

"Kalau saya pribadi sih, saya lebih suka membeli bunga dan menggunakan jasa tebas rumput yang ada disini, karena hal ini juga bersifat saling tolong menolong, lagi pula mereka tidak ada memaksa untuk harus membeli," pungkasnya.

Baca Juga: Jelang Bulan Ramadhan, Penjualan Kurma di Solo Menggeliat

Kontributor: Rabiansyah

Load More