SuaraKalbar.id - Nasib apes dialami oleh seorang perempuan yang baru-baru ini sempat curhat lewat akun sosial media Twitternya (5/7)
Dalam cuitan yang dilakukan pada akun @jumintenkoplak, perempuan tersebut menceritakan kisahnya yang di 'todong' untuk mentraktir 6 temannya dan habiskan biaya dengan nomial yang cukup besar.
"Ditodong traktir makan di pagi sore, Ber 6 abis 1 juta.. Oke lah gakpapa, wajar," ketik perempuan tersebut.
Namun tak sampai disitu, ternyata saat ingin membayar makanan ke kasir, kedua temannya turut mengikutinya.
Bukan berniat untuk membantu perempuan itu membayar makanan yang habis mereka makan, 2 teman yang mengikutinya tersebut ternyata memesan makanan tambahan untuk dibungkus dan dibawa pulang dan membebankan biaya makanan yang dibungkus kepada perempuan tersebut.
"Pas bayar ke kasir, 2 temen ngikut dan ternyata mereka take away abis 800 ribu. Jadi total aku bayar 1.8 (juta)," tambah perempuan tersebut.
Tak kuasa ingin marah, perempuan tersebut mengakui dirinya hanya dapat mengeluh dalam hati atas sikap tak menyenangkan para temannya tersebut.
"Aku diem aja, tetap senyum tapi dalam hati : Aku gak mau berteman dengan orang yang serakah dan aji Mumpung. Jamgan gitu ya," pungkas perempuan itu.
Cuitan tersebut lantas mendapatkan banyak respon publik, netizen berbondong-bondong memberikan berbagai komentar bahkan ada pula netizen yang bercerita mengenai kejadian yang mereka alami dan hampir sama dengan perempuan tersebut.
Baca Juga: Polda Sumut Panggil Pemilik Kilang Padi yang Viral Tuding Polisi Bawa Paksa Beras
"Kok kayak sepupu aku yah, traktir makan pacarnya, maklum di Jawa harga bakso masih murah meriah 7rb per porsi. Pas mau udahan pacarnya bilang 'mas di rumah ada adik, kakak, ibu, bapak, pakde, bude, sepupu, paklil, Bulik, mbah dan lain-lain', alhasil pulang dari warung bakso bawa 20 bungkus," curhat netizen lain.
"Gw juga pernah gitu, tapi bukan sama temen, sama gebetan dulu, makan makan terus dia ngebungkus 4 buat temennya 3 dirumah dan 1 lagi buat sarapan besok. Bangs*t habis itu gw blok," ketik netizen.
"Hampir sama kasusnya, temen gue ngajak makan sushi tei di kokas, udah gue yang dipaksa dateng ke jakarta dari bogor, gue yang nyetirin, gue yang disuruh bayarin, duitnya ga dibalikin pula, totalnya 800k an :( udah gue ikhlasin sih cuma kadang masih ada ngeganjel gitu di hati gue," tulis yang lainnya.
Link: https://twitter.com/jumintenkoplak/status/1544135892574425090?s=21&t=JiKRgmCQzwiAcdECjmT4kw
Kontributor: Maria
Berita Terkait
-
Polda Sumut Panggil Pemilik Kilang Padi yang Viral Tuding Polisi Bawa Paksa Beras
-
Curhat Viral di Twitter, Istri Sakit Hati Ditalak Suami Setelah Antar Bekal Tengah Malam
-
Twitter Gugat Pemerintah India atas Kebijakan Blokir Konten
-
'Tilep' Uang Prajurit Rp 1,7 Miliar, Dan Yonif 136 Dipecat Dari TNI dan Divonis Bui
-
Perlintasan Kereta Api Unik, Palang Pintu Jauh dari Rel dengan Jalan Tinggi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rahasia Rambut Hitam Berkilau Wanita Dayak: Manfaat Akar Kayu yang Tidak Ada di Salon Jakarta
-
Road Trip Trans Kalimantan: 5 Barang Wajib agar Mobil Tak Tumbang di Tengah Hutan
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari