SuaraKalbar.id - Seorang buruh PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) bernama Muhammad Alimin (31) mengaku beberapa bulan gajinya tak dibayar.
Dirinya mengungkapkan, perusahaan smelter alumina terbesar se-Asia Tenggara yang beroperasi di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat itu tak membayar gajinya selama periode penggajian April hingga Juni 2022.
"Hingga saya buatkan Surat Somasi karena gaji sudah beberapa bulan tak dibayar PT WHW," ungkap Alamin kepada wartawan di Ketapang, Rabu.
Padahal, warga Dusun Banjarsari Barat Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan ini sangat membutuhkan gaji tersebut untuk menghidupi satu istri dan tiga anaknya.
"Saya sangat membutuhkan gaji dan hak lainnya itu demi menghidupi keluarga yakni satu istri dan tiga anak," ucap Alamin.
Alamin menceritakan, persoalannya ini terkait dengan surat skorsing No: S-008/HR.IR/WHW/11/2022 yang dijalaninya sejak 19 Februari 2022.
Dalam Penyelesaian permasalahan industri yakni sudah menempuh jalur tiga kali bipartite dan dua kali tripartite ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ketapang.
Namun belum keluar anjuran ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan Putusan Hakim Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).
Maka berdasarkan ketentuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2021-2022 pasal 80 ayat 4. Selama masa skorsing berlangsung, perusahaan tetap wajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja atau buruh.
"Tapi kenapa gaji saya dan hak-hak lainnya ditahan sejak periode penggajian bulan April, Mei dan Juni tanpa dasar dan proses prosedur yang jelas. Sehingga berefek kerugian ekonomi bagi keluarga saya," ujar Alamin.
Sebab itu ia meminta PT WHW segera membayarkan gaji dan hak-hak lainnya yang semestinya diterimanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Humas PT WHW, Suhandi Basri menegaskan dasar surat itu tidak kuat.
"Karyawan itu kan ada ID Card dan kronologinya bagaimana kita ingin tahu. Sedangkan dalam surat itu tak ada. Jadi kalau hanya dasar surat itu, lemah bang," ujar Suhandi melalui telepon.
"Jadi kalau mau solusi nanti aku coba bantu terkait haknya. Hanya saya harus tahu sejauh mana persoalan ini dan terakhir komunikasi sama siapa di perusahaan. Sebab di perusahaan tentu ada yang bisa sampai dan ada yang tidak ke pusat," lanjutnya.
"Persoalan ini saya belum tahu sudah sampai atau tidak. Jadi nanti kita coba cari solusinya, hanya minta ID Card dan komunikasinya terakhir sama siapa. Kita tak tahu, biasa saja ada oknum di perusahaan yang mempersulit pekerja tersebut," jelas Suhandi. (Antara)
Berita Terkait
-
Terpopuler: Viral Jeritan Histeris Ratusan Buruh Sepatu di Garut, Kasus Klenteng Jiu Tian Kung di Sukabumi
-
Lahan Karet Hingga Sekolah di Ketungau Tiba-tiba Masuk HGU, Wakil Ketua DPRD Sintang: Ada Kejahatan Terstruktur
-
Harga TBS Sawit Anjlok, Pemerintah Percepat Ekspor CPO
-
Gubernur Sutarmidji: Tidak Ada Lagi Status Desa Sangat Tertinggal di Kalbar
-
Serikat Pekerja Hyundai Tuntut Kenaikan Upah, Belum Temui Kesepakatan
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak