SuaraKalbar.id - Kepala BIN (Badan Intelijen Nasional) Daerah Kalimantan Barat, Brigjen (Pol) Rudi Tranggono mengungkapkan saat ini banyak sekali informasi bohong atau hoaks yang beredar di media sosial atau sejenisnya hingga viral.
"Praktik penyebaran hoaks saat ini di media sosial sangat mudah viral atau tersebar, sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman yang akan memicu konflik sosial, oleh karena itu, kita harus bijak dalam bermedsos," ujarnya.
Untuk itu dirinya mengajak masyarakat di Kalimantan Barat agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh informasi bohong atau hoaks.
"Masyarakat sekarang harus bijak dalam bermedia sosial, karena banyak sisi negatifnya kalau tidak bisa memfilter-nya, maka akan dengan mudah terprovokasi oleh hoaks," kata Rudi Tranggono saat menjadi pembicara pada deklarasi tangkal hoaks melalui medsos di Pontianak, Rabu (14/9/2022).
Untuk itu, menurutnya, masyarakat harus bisa membedakan mana yang informasi benar atau bohong.
Selain itu, dirinya pun menilai dibutuhkan peran media dalam menangkal hoaks tersebut, karena media memiliki empat peran penting dalam memberikan informasi yang benar.
"Keempat peran itu, yakni media sebagai sumber informasi yang kredibel, terpercaya dan berimbang, kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh pada informasi bohong itu," katanya.
Kemudian, media juga berfungsi sebagai stabilisator apabila muncul potensi konflik di masyarakat, dan juga berfungsi sebagai salah satu benteng untuk mencegah masuknya informasi negatif, hoaks dan provokasi yang muncul di masyarakat.
Karena, menurut Rudi, saat ini banyak sekali dampak negatif dari medsos yang tidak disadari oleh banyak masyarakat.
"Apalagi kita saat ini juga akan menghadapi generasi Z yang lahir di tahun 2010, yang baru lahir sudah mengenal internet, sehingga perlu menjadi perhatian serius, karena mereka lebih banyak belajar dari media sosial atau internet," ungkapnya. Antara
Berita Terkait
-
Pastikan Belum Ada Rahasia Negara Bocor, Mahfud MD Sebut Bjorka Tidak Memiliki Keahlian Membobol Data
-
Mahfud MD: Bjorka Tak Punya Keahlian Membobol Data, BIN dan Polri Berhasil Bongkar Sosoknya
-
Sebut Ustazah 'Tolol', Eko Kuntadhi Sudah Hapus Cuitan Terkait Video Ning Imaz
-
Dianggap Hina Anak Tokoh NU, Ketua Ganjarist Eko Kuntadhi Bakal Minta Maaf ke Pesantren Lirboyo
-
Klaim BIN dan Polri Kantongi Identitas Asli Hacker Bjorka, Mahfud MD: Sebenarnya Tidak Punya Keahlian
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara
-
Dukung Pembangunan Nasional, BRI Salurkan KUR Rp167,01 Triliun hingga September 2026
-
Karhutla Kian Mengancam, 62.400 Balita Terserang ISPA: Pemerintah Harus Bertindak!
-
Agar Akses Berbagai Layanan di Koperasi Desa Makin Mudah, BRI Hadirkan BRILink Agen