SuaraKalbar.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan akan berkunjung ke Kalimantan Barat pada Kamis (29/9/2022).
Dalam kunjungannya, Khofifah diagendakan akan melakukan beberapa kegiatan diantaranya adalah silahturahmi dengan Keluarga Besar Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB).
Sekretaris Umum Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Edi Suhairul mengatakan, selain akan menyapa warga PJKB, khususnya warga Jawa Timur, Khofifah juga akan melaksanakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Program Misi Dagang.
“Gubernur Jawa Timur, Ibu Dra Hj Khofifah Indar Parawansa akan berkunjung ke Kalbar pada Hari Kamis (29 September 2022), ada beberapa agenda yang akan dilakukanya, selain bersilahturahmi dan menyapa warga Jawa Timur juga ada misi dagang, menjalin komunikasi antara Pengusaha dari Jawa Timur dan Pengusaha asal Kalimantan Barat, juga akan melakukan kunjungan ke Muslimat NU Kalbar,” kata Edi.
Edi mengatakan kehadiran Gubernur Jawa Timur ke Kalbar ini juga dalam rangka memenuhi undangan Keluarga Besar Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB).
“Sesuai Visi dan Misi PJKB adalah menjadi wadah silahturahmi, Komunikasi dan Pelestarian Budaya Jawa di Kalimantan Barat, salah satu programnya adalah menyambung Komunikasi dengan Pemerintah Daerah asal Warga Jawa, yaitu Pemprov Jatim, Pemrov Jateng serta Pemrop Jogjakarta,” kata Edi.
Menurut Edi, kegiatan ini seharusnya dilaksanakan pada tahun 2019 lalu, namun karena terhalang masa Pandemi Covid-19 maka rencana kunjungan Gubernur Jawa Timur tersebut tertunda hingga akhirnya terlaksana pada 29 September 2022 ini.
Sementara itu, Ketua Harian PJKB, Heri Kuncoro menyambut baik rencana kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang sempat tertunda karena Pandemi Covid-19, Heri merasa bersyukur akhirnya rencana kegiatan ini bisa terlaksana.
“Selain silahturahmi Gubernur Jawa Timur direncanakan akan membawa rombongan Pengusaha dari Jawa Timur dan akan melakukan pertemuan dagang di Kalimantan Barat, dan harapanya nanti akan membangun perekonomian dari kedua belah pihak,” kata Heri.
Baca Juga: Cerita Horor di Gedung Sate, Kisah di Lorong Tawanan dan Jasad 7 Pemuda yang Tak Pernah Ditemukan
Dirinya menjelaskan nanti juga akan dijadwalkan jamuan makan bersama Gubernur Jatim dan Tokoh-tokoh jawa di sekretariat PJKB untuk mempererat hubungan silahturahmi dengan warga Jawa Timur di Perantauan Kalimantan Barat.
“Selain itu Bu Khofifah juga kita jadwalkan bertemu dengan pelaku-pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) asal Jawa Timur yang banyak di Kalimantan Barat ini, seperti Warga Lamongan dan lain-lainya, dan akan bertemu dengan Pengusaha asal Jawa Timur” kata Heri.
Heri menyebut selain silahturahmi hasil akhir dari pertemuan ini adalah terjalinnya jaringan usaha antara kedua Provinsi yang titik akhirnya adalah peningkatan ekonomi masyarakat baik di Jawa Timur maupun di Kalimantan Barat.
Tag
Berita Terkait
-
Cerita Horor di Gedung Sate, Kisah di Lorong Tawanan dan Jasad 7 Pemuda yang Tak Pernah Ditemukan
-
Bertandang ke Kantor Ganjar, Jateng dan Kerajaan Melaka Jajaki Kerjasama Teknologi Kesehatan
-
Bantah Netizen dan Sindiran Media Asing, Kualitas Stadion Pakansari Dipuji Manajer Curacao
-
Penyewa Diduga Mabuk, Villa Ditinggalkan Dengan Keadaan Berantakan Penuh Sampah
-
Jembatan Angkanyar Landak Ambruk, Video Siswa Sekolah Dasar Kesulitan Akses Jalan Bikin Netizen Pilu Hati
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Studi: Ikatan Sosial Redam Konflik Perusahaan Sawit dan Masyarakat di Sambas
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat