SuaraKalbar.id - Viral video sejumlah anak berdiri di pinggir jalan sembari melantunkan kalimat tauhid guna mendoakan korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Kamis (10/11/2022).
Dalam video tersebut, sekitar puluhan anak tersebut terlihat memakai seragam dan memegang poster tuntutan penuntasan pengusutan tragedi Kanjuruhan.
Mereka dengan lantang melantunkan kalimat tauhid sembari mengangkat tinggi poster-poster tersebut.
Aksi para anak-anak ini membuat seorang warganet terharu hingga meneteskan air mata.
"Ayas tadi saat ambil video ini, meneteskan air mata menangis melihat ekspresi dan lantunan yang keluar dari lisan anak-anak ini. Kawan-kawan seusia mereka, kakak-kakak mereka, orang tua mereka banyak yang meninggal dalam tragedi kanjuruhan. Semoga terbuka hati nurani siapapun" ungkap pengguna twitter @MalangHammers yang mengunggah video tersebut dikutip suarakalbar.id pada Kamis.
Sementara itu, di hari yang sama, ketua DPR RI Puan Maharani diketahui memberikan penghormatan kepada para korban Tragedi Itaewon yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia di Seoul, Korea Selatan.
Puan mendatangi lokasi Tragedi Itaewon bersama ibunya, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dengan didampingi Duta Besar RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto pada Kamis.
"Bunga duka cita ini bukan sekedar tanda duka, tapi lebih dari itu bunga ini menjadi sebuah pengharapan agar tidak terjadi lagi tragedi yang mengorbankan nyawa manusia di belahan dunia manapun," kata puan sembari meletakkan bungan diatas lokasi Tragedi Itaewon, dikutip dari laman instagram @puanmaharani, Kamis.
Puan mengatakan, bunga tersebut menjadi bunga yang mewakili ucapan belasungkawa masyarakat Indonesia atas tragedi yang terjadi (29/10) lalu.
"Di jalanan distrik Itaewon, di lorong lokasi terjadinya musibah yang memakan ratusan korban, saya bersama Ibu Megawati juga mendoakan para korban dan keluarganya," ucapnya.
Puan mengatakan, ratusan bahkan mungkin ribuan karangan bunga duka cita, tidak hanya dari warga lokal tapi juga puluhan bunga duka cita dari para pemimpin dunia berjejer di sini.
"Kita pun harus belajar dan bebenah, terutama pasca musibah serupa di Stadion Kanjuruhan, Malang," kata Puan.
Menurut dia, ke depan harus ada standar operasional yang ketat untuk acara-acara yang mengundang kerumunan, memperkuat manajemen pengendalian massa juga langkah preventif mencegah kapasitas yang berlebih mengantisipasi euphoria masyarakat pasca-pandemi.
Kedatangan Puan Maharani ke Itaewon tepat di peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan mendapat sejumlah kritik dari netizen. Meski bagitu, ada juga netizen yang turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi di Itaewon.
"Terimakasih mbak puan mewakili masyarakat Indonesia berdukacita atas tragedi Oktober lalu," kata @thejaha***
Berita Terkait
-
Puan Maharani Beri Penghormatan ke Korban Tragedi Itaewon Saat 40 Hari Tragedi Kajuruhan, Netizen Beri Sindiran Ironi
-
Dituduh Pilih Kasih Pada Pemain Tertentu, Tim 'The Golden Spoon' Buka Suara
-
40 Hari Tragedi Kanjuruhan: Urus Bokep Gerak Cepat, Urus Tragedi Lemah Syahwat
-
Puan Maharani Diprotes Habis Gara-gara ke Itaewon Tepat di 40 Hari Tragedi Kanjuruhan
-
Pilihan Puan Maharani ke Itaewon Dibanding Kenang 40 Hari Tragedi Kanjuruhan Dipertanyakan Publik?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus
-
Usai Dikunjungi Rocky Gerung, Ini Rahasia Kopi Warkop Asiang yang Sejak Dulu Bikin Orang Rela Antre