SuaraKalbar.id - Sosial media warga Kalimantan Barat digemparkan dengan beredarnya informasi mengenai seorang bocah laki-laki di Mempawah yang diseret oleh seekor buaya.
Dalam berbagai video unggahan yang beredar di sosial media, bocah bernama Aris (13) itu disebutkan diseret oleh seekor buaya ke tengah laut di sekitaran daerah Jongkat, Mempawah, Kalimantan Barat, pada Sabtu (15/7/23) pagi.
Bocah malang tersebut dilaporkan terseret buaya oleh kakeknya sendiri yang sebelumnya turut menemani sang cucu untuk mencari kerang remis.
"Info dari warga dia lagi mencari remis sama datoknya dan ditarik dari belakang sama seekor buaya," ucap seorang pria penyebar informasi yang telah dihimpun suarakalbar.id sore hari.
Membenarkan informasi yang beredar tersebut, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak, I Made Junetra, turut menyebutkan kejadian itu memang benar terjadi di perairan pulau sebrang yang terletak tidak jauh dari muara Jongkat.
"korban atas nama Aris pergi untuk mencari remis ke pulau seberang bersama kakeknya dengan menggunakan sampan," sebut Junetra.
Junetra menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika bocah tersebut bersama kakeknya sengaja untuk pergi mencari remis di pagi hari.
Sayangnya ketika sampai di lokasi yang dituju menggunakan sebuah perahu sampan, bocah malang itu kemudian tiba-tiba ditarik diduga oleh seekor buaya.
"Setelah sampai disana tiba-tiba ada sesuatu yang menariknya diduga buaya," jelas Junetra.
Baca Juga: Viral Video Suporter Diamuk Massa di Laga Persik vs Arema, Publik: Harus Berapa Nyawa Lagi?
Akibat hal tersebut, Aris lantas hilang dari pantauan sang kakek yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke warga dan pihak berwajib.
Hilangnya bocah tersebut cukup membuat gempar warga jalan Parit Kebayan hingga menunggu di pinggir jalan berharap korban dapat segera ditemukan.
Berdasarkan informasi yang diberikan salah satu warga, lokasi yang dituju oleh korban dan kakeknya mencari remis merupakan tempat yang umum dikunjungi oleh warga untuk mencari remis.
"Kakeknya pulang tadi nangis-nangis. Orang sekitar sana juga pada tau, kan ada orang disana dan udah biasa memang cari remis disana," ucap seorang warga.
Sejumlah pihak berwajib yang terdiri dari tim Basarnas, TNI AL dan Polisi Airud pun segera berusaha mencari keberadaan korban yang turut dibantu oleh sejumlah warga sekitar.
Kini, pada Minggu (16/7/23), Aris telah berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Viral Video Suporter Diamuk Massa di Laga Persik vs Arema, Publik: Harus Berapa Nyawa Lagi?
-
Aksi Dua Bocah Terekam CCTV Curi Uang Kotak Amal Musala
-
Foto di Kamar Mandi Viral, Inara Rusli Singgung 'Pemersatu Bangsa' Gara-gara Hal Tersebut
-
4 Zodiak yang Punya Bakat Alami Sebagai Pemimpin: Memberi Inspirasi, Pekerja Keras, dan Peduli
-
Bikin Panik dan Tidak Nyaman, 4 Zodiak Ini Tidak Suka Berada di Keramaian
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
BRI Peduli Nyepi 2026: 2 Desa di Bali Terima 2.000 Paket Sembako
-
Pedagang Pakaian di Simeulue Sepi Pembeli Jelang Lebaran 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun
-
Lonjakan Perdagangan Ternak di Pasar Hewan Aceh Besar Jelang Tradisi Meugang Lebaran 2026
-
6 Sopir Travel Terindikasi Positif Narkoba
-
Sekretaris dan Bendahara Bawaslu Pegunungan Arfak Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah