SuaraKalbar.id - Beberapa waktu lalu viral video pelaku persetubuhan anak terhadap seorang siswi di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), berinisial HS terekam tengah asik liburan.
Sebelumnya, beredar kabar seorang oknum tenaga pendidik di Pontianak, Kalimantan Barat, diduga mencabuli seorang siswinya.
Pelaku yang diketahui berinisial HS disebutkan telah melakukan pencabulan kepada seorang siswi sebanyak 5 kali dengan memberikan ancaman akan membuat jelek nilai korban jika tak menuruti kemauannya.
Tak hanya mencabuli, pelaku juga ternyata sempat memaksa korban untuk melakukan aborsi usai mengetahui siswi tersebut hamil.
Usai beberapa bulan sejak HS kemudian ditetapkan sebagai tersangka, beredar video diduga pelaku tengah melakukan liburan keluar kota bersama keluarganya.
Dalam video yang dibagikan oleh akun Instagram Gosip Pontianak, terlihat seorang pria berkacamata sedang berada di pantai. Tak sendirian, dalam video tersebut juga tampak seorang perempuan tengah membakar jagung.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Tri Prasetyo, saat ini diketahui tengah melakukan konfirmasi kebenaran video tersebut dengan pelaku HS.
"Kami dari pihak penyidik sudah mencoba untuk menghubungi pihak HS, kejadiannya bagaimana, apa dia liburan, atau ada keperluan lain, namun sampai saat ini kami belum dapat konfirmasi terkait videonya," ujar Tri, dikutip dalam unggahan tersebut, Minggu (05/11/2023).
Selain itu, menepis kabar yang beredar yang menyebutkan HS berstatus sebagai tahanan kota, Tri menyebutkan bahwa status HS saat ini yaitu sedang dalam penangguhan penahanan.
Baca Juga: 3 Film Korea tentang Hubungan Ibu dan Anak yang Bikin Banjir Air Mata!
"Memang status HS tersangka, kemudian kemarin kita lalukan penangguhan penahanan," tambah Tri
Status tersebut lantas dibeberkan Tri dengan menyebutkan HS memiliki kemungkinan untuk keluar kota.
"Tahanannya ditangguhkan artinya dia bisa keluar kota, kecuali kalau pengalihan status tahanan. Misalkan dia tahanan penjara, kemudian dialihkan ke tahanan rumah atau tahanan kota, baru dia tidak boleh keluar kota," jelas Tri.
Meskipun demikian, pihak penyidik menyebutkan akan melakukan pemeriksaan kembali terkait pihak HS untuk mempertimbangkan penahanan kembali pelaku.
Kontributor: Maria
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian