Bella
Selasa, 12 Desember 2023 | 20:43 WIB
Seusai Prosesi penganugerahaan lomba video kreatif anti hoax yang diselenggarakan HCC Indonesia. (Tim HCC Indonesia)

Menurut Budi, jika anak muda mampu membanjiri media sosial dengan program dan video serta konten anti hoax, maka penyajian informasi tentang politik terhindari dari informasi bohong.

Di tempat yang sama, Komisioner Badan Pengawas Pemilu - Bawaslu Kalimantan Barat Yosef Harry Suyadi menilai bahwa kompetisi yang diselenggarakan Hoax Crisis Center (HCC) Indonesia itu merupakan bentuk dukungan agar pelaksanaan Pemilu berjalan dengan baik.

“Ini spektakuler, penyelenggara Pemilu sangat terbantu. Ini menjadi stimulus bagi gen z untuk mendorong pengawasan partisipatif mereka dalam Pemilu,” terang Yosef.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Raden Petit Wijaya berharap kompetisi video anti hoaks dapat menjadi sistem penyejuk atau cipta kondusifitas sehingga pemilu berjalan aman dan damai. Pasalnya, kata Petit, saat ini terdapat berbagai konten hoaks yang tersebar di media sosial.

Sementara itu, Ketua Umum HCC Indonesia, Reinardo Sinaga, mengatakan lomba ini memilih platform medsos Instagram dan TikTok oleh karena memang konten-konten hoax paling banyak disebar di platform tersebut.

“Sebenarnya paling banyak itu Facebook, tapi Facebook sudah satu perusahaan dengan Instagram, sehingga ketika lomba ini kita ramaikan di feed Instagram juga terekspos di Facebook. Kita juga ramaikan lomba ini agar FYP di TikTok,” ujar Edho yang juga Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalbar.

Menurutnya dengan cara ini, sebagai upaya HCC Indonesia untuk memerangi hoax karena konten hoax sangat mudah dibuat dan disebar bahkan hanya hitungan menit.

“Paling rawan itu menjelang Pemilu seperti saat ini, jadi kami sampaikan menjaga Pesta Demokrasi yang aman dan damai bukan hanya tugas KPU dan Bawaslu, tapi tugas kita bersama,” pesannya.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Begini Tahapan Pembentukan KPPS

Load More