SuaraKalbar.id - Pada tanggal 25 Juni 2024, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, yang juga menjabat sebagai Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh, turut menghadiri Kegiatan Ritual Adat Meruba di Desa Benua Kerio, Kecamatan Hulu Sungai. Acara ini merupakan bagian penting dari tradisi adat Kerajaan Hulu Ai'k yang kaya akan sejarah dan kebudayaan.
Asal Usul dan Sejarah Ritual Adat Maruba
Ritual Adat Maruba merupakan upacara tradisional yang dilakukan untuk membersihkan dan merawat Pusaka Kerajaan Hulu Ai'k. Tradisi ini bermula sejak zaman Raja Siak Bahulun, yang dikenal dengan gelar Todung Rosi, yang merupakan cikal bakal Kerajaan Tanjung Pura Kuno. Putri beliau, Putri Dayang Putung atau dikenal sebagai Putri Junjung Buih, kemudian menikah dengan Prabu Jaya dari Kerajaan Singosari, dan Prabu Jaya mendirikan Kerajaan Tanjung Pura pada masa kejayaan Majapahit.
Raja Siak Bahulun dihormati oleh rakyatnya karena kebijaksanaan dan ketegasannya dalam memimpin. Ritual Adat Maruba terus diwariskan dan dilaksanakan hingga saat ini di era Raja ke-51, Petrus Singa Bansa.
Peranan Patih Jaga Pati dalam Ritual Adat Maruba
Pada tahun 2024, Alexander Wilyo diangkat sebagai Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Ai'k, dengan gelar Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua oleh Raja Ke-51 Petrus Singa Bansa. Perannya penting dalam menjaga kelangsungan ritual ini sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Kerajaan Hulu Ai'k.
Mengapa Ritual Adat Maruba Penting bagi Kerajaan Hulu Ai'k?
Kerajaan Hulu Ai'k merupakan satu-satunya kerajaan suku Dayak yang masih ada hingga saat ini, dengan bukti nyata berupa keberadaan Pusaka-Pusaka Kerajaan dan Prasasti Lingga yang berisi tulisan sansekerta. Ritual Adat Maruba tidak hanya menjaga kebersihan dan keaslian pusaka-pusaka ini, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan dan kebanggaan atas warisan budaya yang kaya dan berharga bagi masyarakat Ketapang dan sekitarnya.
Mendukung dan Memajukan Ritual Adat Maruba
Dukungan terhadap Ritual Adat Maruba bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga mempromosikan dan memperkenalkan kekayaan budaya ini sebagai ikon yang membanggakan bagi daerah ini. Semoga upacara ini terus diwariskan dan dipelihara untuk generasi mendatang, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Kerajaan Hulu Ai'k.
Dengan demikian, melalui upacara Ritual Adat Maruba, Kerajaan Hulu Ai'k mempertahankan dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya sebuah teladan dalam pelestarian budaya lokal yang patut diapresiasi oleh semua pihak.
Berita Terkait
-
Perempuan Dayak Siap Berkontribusi dalam Pembangunan IKN Nusantara
-
Patung Pantak dari Bukit Paseban Hilang, Pengurus Adat Dayak Desa Sabung Imbau Segera Kembalikan
-
Kecelakaan Maut di Jalan Trans Kalimantan Ketapang, Pengemudi Tewas di Tempat Terjepit Kendaraan
-
Konflik Lahan Sawit di Ketapang, Warga dan PT CUS Belum Temukan Titik Temu
-
Viral Bule Sebut IKN Ibu Kota Koruptor Nepotisme, Masyarakat Dayak Tuntut Hukum Adat
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Harga TBS Kelapa Sawit Kalbar April 2026 Tembus Rp3.726 Per Kilogram, Ini Rinciannya
-
Cara Menghilangkan Bekas Luka Gatal dengan Salep Herbal Lokal Khas Suku Dayak, Benarkah Ampuh?
-
Tips Memilih Helm yang Nyaman dan Tidak Bikin Pusing untuk Perjalanan Jauh Trans Kalimantan
-
Dana Hibah Rp15 Miliar Kampus di Singkawang Diusut, Mengapa Sempat Masuk Rekening Pribadi?
-
7 Hal yang Menentukan Harga AC di Pasaran