SuaraKalbar.id - Pengurus Adat Dayak (PAD) Desa Sabung, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait hilangnya patung pantak yang berlokasi di tempat keramat Bukit Paseban di desa tersebut.
Dalam pengumuman resminya, PAD Desa Sabung meminta kepada siapa pun yang telah membawa atau mengambil patung tersebut untuk segera mengembalikannya ke tempat semula dalam waktu paling lama tujuh hari sejak surat pengumuman dibuat.
Pengurus PAD menekankan bahwa pengembalian patung pantak diharapkan dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan melalui musyawarah.
Mereka berharap semua pihak yang terlibat dapat bekerja sama untuk menjaga keharmonisan dan menghormati adat istiadat Dayak.
"Apabila dalam waktu yang sudah ditentukan patung tersebut tidak dikembalikan, kami dengan berat hati akan melakukan ritual adat Dayak (Pato)," demikian pernyataan resmi dari pengurus PAD.
Pengumuman ini mencerminkan pentingnya menghormati dan menjaga tradisi serta situs-situs keramat dalam budaya Dayak. Pengurus PAD Desa Sabung mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasama dari seluruh masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.
Berita Terkait
-
Bocah Liar di Pontianak Tertangkap Berkeliaran Bawa Sajam, Netizen Minta Penjarakan
-
2 Kelompok Gangster Resahkan Warga Banjarbaru, 12 Orang Diamankan!
-
Remaja Berjoget saat Kebakaran di Pasar Sambas Viral, Meminta Maaf Setelah Dikecam Publik
-
Viral Bule Sebut IKN Ibu Kota Koruptor Nepotisme, Masyarakat Dayak Tuntut Hukum Adat
-
Remaja 15 Tahun di Kabupaten Landak jadi Pelaku Pencurian Sepeda Motor
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal