Siska, salah satu orang tua siswa SMP yang berada di Kota Pontianak menyebutkan cukup terkejut dengan adanya pemangkasan yang mungkin terjadi terhadap jatah makan siang tersebut.
"Waduh kalau jadi Rp 7.500 mending gak usah dari awal dibilang mau bikin program makan siang pas nyalon capres," ujar Siska.
Siska sendiri tampak menyayangkan jika terjadi penurunan nominal jatah makan gratis sehingga menilai akan lebih baik jika pemerintah nantinya memberikan dalam bentuk uang saku.
"Kalau dikasi bentuk 'mentah' (uang, red) sih gapapa ya. Hitung-hitung nambah uang jajan siswanya jadi bisa buat tambah uang dari orang tua terus beli makan di kantin (sekolah)," tambahnya.
Baca Juga: 10 Studio Foto Terdekat di Pontianak
Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran menyatakan bahwa isu anggaran makan bergizi gratis yang dipangkas menjadi Rp7.500 per porsi tidak benar karena belum ada keputusan resmi. Hasan Nasbi, Anggota Bidang Komunikasi Tim tersebut, menjelaskan bahwa program ini masih dalam tahap riset dan uji coba di beberapa daerah, dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun. Riset ini bertujuan untuk memastikan kecukupan gizi dan optimalisasi jumlah penerima program.
Hasan menambahkan bahwa ahli gizi terlibat dalam menentukan menu yang sesuai, sehingga anggaran per porsi belum bisa dipastikan. Harga akan bergantung pada ketersediaan bahan pangan di berbagai daerah. Program ini diujicobakan selama dua hingga tiga bulan ke depan untuk mencapai tujuan ketercukupan gizi dan jangkauan penerima manfaat yang luas.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyebutkan bahwa anggaran Rp7.500 per porsi dinilai cukup untuk beberapa daerah, meskipun kebijakan ini masih dalam tahap penyusunan. Nominal tersebut dianggap cukup besar di beberapa daerah tergantung harga bahan makanan dan tingkat kemahalan setempat.
Kontributor : Maria
Baca Juga: 3 Mall Terdekat di Pontianak
Berita Terkait
-
Pentingnya Makan Bergizi untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Upaya Mewujudkan Inklusi di Sekolah
-
BRI Pegang Peran Penting dalam Penyaluran KUR di Kalimantan Barat
-
Jadwal Buka Puasa Pontianak dan Sunah-Sunah Berbuka Puasa
-
Sejumlah Pemimpin Dunia Bersurat ke Prabowo, Sampaikan Ingin Belajar MBG dari Indonesia
-
Wadah Makan Bergizi Gratis Didominasi Produk Impor China, Prabowo Minta Stop: Suruh Bikin Lokal
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Penghargaan The Asset Triple A: BRI Jadi Pemenang Best Issuer for Sustainable Finance
-
10 Wisata di Kalimantan Barat yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran
-
Detik-Detik Perkelahian Maut di Sungai Rengas yang Membuat Pemuda 24 Tahun Meregang Nyawa
-
Tips Menjaga Konsistensi Ibadah Setelah Ramadan dan Pentingnya Puasa Syawal
-
BRImo Hadirkan Kemudahan Transaksi Digital Sepanjang Libur Lebaran 2025