SuaraKalbar.id - Aktivitas penambangan bauksit yang semakin masif di wilayah Tayan, Kalimantan Barat, telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, terutama pada kualitas air Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.
Ahmad Syukri, aktivis lingkungan dari Link-Ar Borneo, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan tambang seperti PT Aneka Tambang (Antam), PT Bintang Tayan Mineral, dan PT Kapuas Bara Mineral telah mengepung pesisir Sungai Kapuas dengan tumpukan bauksit hasil eksplorasi. Hal ini menyebabkan air sungai berlumpur dan mengganggu kesehatan masyarakat setempat.
"Limbah dari pertambangan ini membuat air sungai berlumpur dan menyebabkan iritasi kulit bagi warga, karena sungai ini masih menjadi sumber utama air bersih untuk mandi dan mencuci," jelas Ahmad dalam sebuah pernyataan di Pontianak, Rabu (2/10).
Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem sungai akibat pencemaran ini juga mempengaruhi perekonomian lokal.
Baca Juga: KPU Kalbar Tetapkan Batas Pengeluaran Dana Kampanye Pilgub 2024 Rp87,8 Miliar
Nelayan yang bergantung pada Sungai Kapuas melaporkan penurunan drastis hasil tangkapan ikan dan udang, yang menjadi mata pencaharian utama mereka. Ahmad menambahkan bahwa hilirisasi bauksit yang didorong pemerintah justru memperburuk situasi.
Sungai Kapuas tidak hanya menjadi korban pencemaran dari pertambangan bauksit, tetapi juga dari anak sungai di Tayan yang terpapar limbah serupa.
Bob Glorius, vokalis band LAS! sekaligus aktivis lingkungan, turut prihatin dengan situasi ini. Menurutnya, potensi ekowisata Sungai Kapuas bisa menjadi alternatif ekonomi hijau, namun pencemaran yang terjadi mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan warga.
"Sungai Kapuas bisa menjadi destinasi ekowisata yang mendukung ekonomi hijau, namun industri ekstraktif telah merusak lingkungan dan merampas hak dasar masyarakat atas air bersih," ujarnya saat mengikuti susur sungai bersama Trend Asia dan Link-Ar Borneo.
Dalam kunjungan tersebut, Arko Tarigan, juru kampanye dari Trend Asia, mempertanyakan manfaat hilirisasi mineral bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: Sah! 65 Anggota DPRD Kalbar Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Daftarnya
"Warga sekitar tambang lebih membutuhkan lingkungan yang bersih untuk bertahan hidup, bukan sekadar janji hilirisasi yang hanya menguntungkan segelintir pihak," katanya.
Dengan pencemaran yang semakin parah, langkah tegas dari pemerintah dan perusahaan pertambangan sangat diperlukan untuk melindungi Sungai Kapuas dan masyarakat sekitarnya. Jika tidak, ancaman terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga akan terus berlanjut. (Ant)
Berita Terkait
-
KPU Kalbar Tetapkan Batas Pengeluaran Dana Kampanye Pilgub 2024 Rp87,8 Miliar
-
Sah! 65 Anggota DPRD Kalbar Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Daftarnya
-
Minsen dan Subhan Nur Ditunjuk Sebagai Pimpinan Sementara DPRD Kalimantan Barat
-
5 Tempat Wisata Unggulan di Kalimantan Barat yang Wajib Dikunjungi
-
Siap-siap! Pontianak Berlakukan Larangan Kantong Plastik Mulai 2025
Terpopuler
- Beda Timnas Indonesia dengan China di Mata Pemain Argentina: Mereka Tim yang Buruk
- Ibrahim Sjarief Assegaf Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia, Ini Profilnya
- Riko Simanjuntak Dikeroyok Pemain Persija, Bajunya Hampir Dibuka
- Pencipta Lagu Tagih Royalti ke Penyanyi, Armand Maulana: Padahal Dulunya Memohon Dinyanyikan
- Berapa Biaya Pembuatan QRIS?
Pilihan
-
Bobotoh Bersuara: Kepergian Nick Kuipers Sangat Disayangkan
-
Pemain Muda Indonsia Ingin Dilirik Simon Tahamata? Siapkan Tulang Kering Anda
-
7 Rekomendasi HP Rp 5 Jutaan Terbaik Mei 2025, Memori Lega Performa Ngebut
-
5 Mobil Bekas Murah di Bawah Rp80 Juta, Kabin Longgar Cocok buat Keluarga Besar
-
Simon Tahamata Kerja untuk PSSI, Adik Legenda Inter Langsung Bereaksi
Terkini
-
Harga Emas Meroket! Ada yang Melonjak Hingga Rp1,9 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
-
Tips Menabung Haji bagi Petani Sawit Kalbar, Berangkat ke Tanah Suci dari Hasil Kebun
-
Tips Menabung Haji 5 Tahun Langsung Berangkat ke Tanah Suci
-
Pemkot Pontianak Hadirkan Pasar Murah Jelang Idul Adha, Cek Jadwal dan Lokasinya di Sini!
-
Desa BRILiaN Hargobinangun Kelola Sampah Digital dan Pariwisata, UMKM Tumbuh Bersama BRI