Suhardiman
Selasa, 06 Januari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi Flu (freepik)
Baca 10 detik
  • Aktivitas influenza musiman meningkat seiring musim dingin di belahan bumi utara, didominasi virus influenza A (H3N2) subclade K.
  • Lonjakan kasus dengan gejala parah, disebut Superflu, telah mencatat 62 kasus di delapan provinsi Indonesia hingga Desember 2025.
  • Kesehatan masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan PHBS untuk mencegah penularan virus influenza.

SuaraKalbar.id - Dalam beberapa bulan terakhir aktivitas influenza musiman atau flu dilaporkan mengalami peningkatan.

Influenza musiman merupakan infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza yang beredar sepanjang tahun dan dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, bahkan berisiko menyebabkan rawat inap maupun kematian.

Peningkatan kasus ini sejalan dengan masuknya musim dingin di belahan bumi utara, yang biasanya diikuti lonjakan infeksi saluran pernapasan akut akibat influenza dan virus pernapasan lainnya. Data global menunjukkan meningkatnya proporsi virus influenza A (H3N2) musiman yang terdeteksi di berbagai negara.

Fenomena lonjakan kasus influenza dengan gejala lebih berat dikenal dengan istilah Superflu. Istilah ini merujuk pada tingginya angka kejadian influenza dengan gejala yang lebih parah serta masa pemulihan yang lebih lama dibanding flu biasa. Kondisi trrsebut dikaitkan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) subclade K, hasil mutasi virus influenza musiman yang kini menjadi lebih dominan di sejumlah negara.

Kementerian Kesehatan mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, mengatakan sampai saat ini di Kabupaten Sambas belum ditemukan peningkatan kasus influenza yang signifikan.

Kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, mengingat kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit komorbid memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala berat.

“Mayoritas kasus influenza dengan gejala berat umumnya terjadi pada kelompok rentan. Karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting,” katanya melansir suarakalbar, Selasa, 6 Januari 2026.

Gejala influenza yang perlu diwaspadai masyarakat meliputi demam tinggi disertai menggigil, batuk dan pilek, nyeri otot serta sakit kepala, kelelahan ekstrem, sakit tenggorokan, hingga gangguan pernapasan ringan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah-langkah yang dianjurkan antara lain rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan masker terutama saat berada di tempat umum, menjaga jarak dari orang yang sedang sakit, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan demi menjaga kesehatan bersama,” tambahnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung, membatasi aktivitas dan beristirahat di rumah apabila mengalami gejala flu guna mencegah penularan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala semakin berat.

Load More