Suhardiman
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:47 WIB
Tarian Zapin Senggayong saat pembukaan Sail Karimata 2016 di Kayong Utara. (Antara/Jessica Helena Wuysang)
Baca 10 detik
  • Tarian tradisional Kalimantan Barat merupakan ekspresi budaya suku Dayak dan Melayu, memiliki fungsi sosial, ritual, dan spiritual.
  • Beberapa tarian penting meliputi Tari Zapin (pengaruh Melayu/Islam), Jonggan (suka cita Dayak Kanayatn), dan Monong (penyembuhan sakral).
  • Tarian seperti Kondan (penghiburan), Pingan (ciri khas Dayak Mualang), dan Kinyah Uut Danum (tarian perang) perlu dilestarikan.

SuaraKalbar.id - Kalimantan Barat (Kalbar), tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya melalui tarian tradisional Kalimantan Barat. Setiap tarian lahir dari nilai adat, kepercayaan, dan sejarah panjang masyarakatnya, terutama dari suku Dayak dan Melayu yang mendominasi wilayah ini.

Secara antropologis, tari tradisional merupakan media ekspresi kolektif masyarakat yang mencerminkan relasi manusia dengan alam, leluhur, dan Tuhan. Di Kalimantan Barat, tarian tidak sekadar pertunjukan seni, tetapi juga memiliki fungsi sosial, ritual, hingga spiritual yang masih dilestarikan hingga kini.

Berikut adalah beberapa tari daerah Kalimantan Barat yang paling dikenal dan memiliki nilai budaya tinggi.

1. Tari Zapin

Tari Zapin merupakan tarian tradisional yang diadaptasi dari agama Islam, Zapin berasal dari bahasa Arab yaitu "Zafn" yang mempunyai guna pergerakan kaki yang cepat mengikuti irama,.

Zapin merupakan kebudayaan Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab, serta sebagai media penyebaran agama Islam di Kalimantan Barat yang kemudian menjadi sendi gerak serta arti lagu yang mengiringi setiap gerak tari.

Musik pengiring tarian ini terdiri atas dua alat musik yaitu gambus dan tiga buah marwas. Sebelum tahun 1960 tari Zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini bisa dilakukan oleh perempuan hingga campuran antara penari laki-laki dan perempuan.

2. Tari Jonggan

Tari Jonggan merupakan tarian suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda mudi masyarakat Dayak Kanayatn di daerah Kubu Raya, Mempawah. Dalam tarian ini biasanya tamu diajak untuk menari bersama.

Gerakan tari Jonggan menggambarkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan suka cita masyarakat yang dilimpahkan dalam tarian. Tari Jonggan diiring dengan gadobong (gendang), dau (gamelan), dan suling bambu.

3. Tari Kondan

Tari Kondan merupakan tarian yang berfungsi sebagai penghiburan, yang menggambarkan suka cita masyarakat Dayak dalam acara pesta adat Dayak sambil melantunkan pantun secara bergantian dalam bentuk lingkaran.

Alat musik yang mengiringi tarian ini adalah dau, gendang, dan gong diiringi oleh laki-laki yang disebut proma berjumlah lima sampai empat orang.

4. Tari Monong/Manang/Baliatn

Tari Monong merupakan tarian sakral yang memiliki fungsi untuk menyembuhkan, menolak, menangkal penyakit dari seseorang agar dapat sehat kembali. Tarian ini biasanya dilakukan oleh dukun dengan mengucap jampi-jampi penyembuhan.

Load More