- Tarian tradisional Kalimantan Barat merupakan ekspresi budaya suku Dayak dan Melayu, memiliki fungsi sosial, ritual, dan spiritual.
- Beberapa tarian penting meliputi Tari Zapin (pengaruh Melayu/Islam), Jonggan (suka cita Dayak Kanayatn), dan Monong (penyembuhan sakral).
- Tarian seperti Kondan (penghiburan), Pingan (ciri khas Dayak Mualang), dan Kinyah Uut Danum (tarian perang) perlu dilestarikan.
5. Tari Pingan
Tarian daerah kalimantan barat selanjutnya adalah tari pingsan. Seni kebudayaan ini berkembang di tengah masyarakat Dayak Mualang di Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.
Tari Pingan menggambarkan kehidupan dan transformasi budaya masyarakat Dayak Mualang, sehingga kesenian tersebut dapat dikatakan sebagai ciri khas Dayak Mualang.
Kata Pingan sendiri diartikan sebagai sebuah wadah sejenis piring yang terbuat dari batu atau tanah liat, namun dalam perkembangannya kini digunakan piring beling untuk tari Pingan.
Piring beling yang digunakan juga harus berwarna putih polos, dengan diameter 10-15 inci , sehingga semakin berkembangny tarian ini disebut juga dengan tari Piring.
6. Tari Kinyah Uut Danum
Tari Kinyah Uut Danum merupakan tarian perang, yang melambangkan keberanian sekaligus teknik bela diri ketika berperang. Tarian ini dilakukan sebelum mengayau atau berburu kepala musuh yang banyak dilakukan suku Dayak pada zaman tersebut.
Tarian ini adalah tarian yang paling susah dipelajari karena harus menggunakan Mandau yang asli, juga keran gerakannya yang dinamis sehingga dibutuhkan fisik yang prima untuk membawakan tarian ini.
Keberadaan tarian tradisional Kalimantan Barat merupakan aset budaya nasional yang harus dijaga. Melalui pendidikan budaya, festival seni, dan promosi digital, generasi muda diharapkan terus mengenal dan melestarikan warisan leluhur ini.
Berita Terkait
-
Drone Misterius, Serdadu Diserang: Apa yang Terjadi di Area Tambang Emas Ketapang?
-
Polemik Lahan Tambang Emas Ketapang Memanas: PT SRM Bantah Penyerangan, TNI Ungkap Kronologi Berbeda
-
Majelis Adat Budaya Tionghoa Buka Suara soal Penyerangan 15 WNA China di Kawasan Tambang Emas
-
Imigrasi Dalami Penyerangan 15 WNA China Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum di Tambang Emas Kalbar
-
Langkah Kecil di Kota Asing: Cerita Mahasiswa Perantau Menemukan Rumah Kedua di Jogja
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Apa Saja Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat? Warisan Budaya yang Sarat Makna
-
Apa Saja Tarian Tradisional Kalimantan Barat? Berikut Rinciannya
-
4 Pilihan Makeup Wudhu Friendly untuk Wanita Muslim Aktif, Halal dan Tahan Lama
-
Pilihan Sunscreen Wudhu Friendly Murah Terbaik untuk Cegah Penuaan Dini
-
Realisasi Anggaran 2025 Hanya 81,59 Persen, Sekda Sintang Kecewa