- Kabut asap dari kebakaran lahan mengandung partikel halus berbahaya, memicu iritasi mata, batuk, dan gangguan pernapasan.
- Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru merupakan kelompok rentan terdampak asap.
- RSUD SSMA belum mencatat lonjakan ISPA karena keluhan ringan kemungkinan ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
SuaraKalbar.id - Kebakaran lahan di Indonesia masih menjadi persoalan lingkungan yang berulang, terutama saat memasuki musim kemarau. Wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, kerap terdampak kabut asap yang ditimbulkan dari pembakaran hutan dan lahan.
Asap pekat yang bercampur partikel debu halus tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan apabila terhirup dalam jangka panjang.
Dokter RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, dr. Nihayatus Solikhah, menjelaskan bahwa asap kebakaran lahan mengandung partikel-partikel halus serta zat berbahaya yang dapat masuk ke dalam saluran pernapasan manusia dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Menurutnya, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, penyakit jantung, dan gangguan paru-paru merupakan kelompok paling rentan terdampak kabut asap. Selain gangguan pada sistem pernapasan, asap kebakaran juga dapat memicu berbagai keluhan kesehatan lainnya.
“Kabut asap ini membawa partikel-partikel halus yang mudah masuk ke saluran pernapasan. Dampaknya bisa berupa iritasi mata, batuk, pilek, dan keluhan kesehatan lainnya, khususnya pada kelompok masyarakat yang rentan,” katanya, melansir suarakalbar, Kamis, 29 Januari 2026.
Sampai saat ini RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie belum mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pasien yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap. Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan disebabkan karena pasien dengan keluhan ringan masih dapat ditangani di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.
“Data di RSUD SSMA belum menunjukkan lonjakan pasien ISPA akibat kabut asap. Kemungkinan besar pasien dengan keluhan ringan seperti iritasi mata, batuk, dan pilek lebih banyak ditangani di FKTP atau puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama,” jelasnya.
Nihayatus mengimbau masyarakat Kota Pontianak agar tidak lengah dan meningkatkan kewaspadaan ketika kabut asap mulai muncul. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan guna meminimalisir dampak buruk asap terhadap kesehatan.
“Apabila tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya beraktivitas di dalam rumah. Namun jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan alat pelindung diri seperti masker untuk mengurangi risiko paparan asap," tukasnya.
Berita Terkait
-
New Delhi Diserang Kabut Asap Beracun, Pekerja Wajib WFH Hingga Tarif Parkir Dinaikkan
-
Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan
-
Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?
-
Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga
-
Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian