- BMKG mengeluarkan peringatan potensi banjir rob hingga 2,6 meter di perairan Kalsel periode 16–24 Februari 2026.
- Penyebab utama peningkatan air laut adalah fase bulan baru yang diperkirakan terjadi pada 17 Februari 2026.
- Dampak utama banjir rob berpotensi menggenangi wilayah pesisir Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
SuaraKalbar.id - Badan Meteorologi, Kriminatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk periode 16 hingga 24 Februari 2026.
Masyarakat diimbau agar mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) mencapai 2,6 meter di perairan Kalimantan Selatan. Hal ini berpotensi berdampak di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
“Khususnya masyarakat pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob akibat fase bulan baru yang dapat meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut,” kata Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Utari Randiana, melansir Antara, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan fase bulan baru pada 17 Februari 2026 secara astronomis berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut.
“Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, ketinggian maksimum diperkirakan dapat mencapai sekitar 2,6 meter,” ujarnya.
BMKG memprakirakan pasang maksimum berpotensi terjadi pada pukul 07.00–10.00 Wita dan 18.00–20.00 Wita selama periode tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan genangan di kawasan pesisir dengan elevasi rendah, termasuk area permukiman warga, pelabuhan, dan tambatan perahu.
Ia mengimbau aktivitas bongkar muat di pelabuhan, transportasi laut, hingga kegiatan perikanan untuk menyesuaikan dengan periode pasang maksimum.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca berlaku mulai Minggu terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Kabupaten yang masuk dalam peringatan dini cuaca antara lain Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan Balangan dengan estimasi kondisi berlangsung hingga pukul 12.00 Wita dan berpotensi meluas.
BMKG meminta pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, serta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG guna meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi selama periode peringatan berlangsung.
Berita Terkait
-
BMKG Peringatan Dini! Hujan Ekstrem Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
-
Peringatan Dini Cuaca BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabodetabek Sore Ini
-
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Siap-Siap Hujan Lebat dan Angin Kencang!
-
Fenomena Bulan Baru Bisa Picu Banjir Rob, 12 Wilayah Jakut Masuk Status Waspada hingga 16 Februari
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Jabodetabek: Hujan Lebat dan Angin Kencang Senin Pagi
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Peringatan BMKG 16 hingga 24 Februari 2026: Waspada Potensi Banjir Rob di Perairan Kalsel
-
Pontianak Canangkan Zero Knalpot Brong
-
Kecelakaan Maut di Jalan Trans Kalimantan Sanggau, Satu Pengendara Tewas
-
Pilihan Krim Cukur Terbaik untuk Kulit Normal dan Sensitif agar Bebas Iritasi
-
2 Tersangka Korupsi Dana Desa Ditahan Kejari Sabang