- BMKG Kalbar mengimbau masyarakat waspada hujan lebat dan karhutla sepanjang periode 15 hingga 21 Februari 2026.
- Potensi hujan intensitas sedang hingga sangat lebat diprakirakan terjadi secara merata atau lokal di wilayah Kalimantan Barat.
- Kewaspadaan karhutla juga ditingkatkan pada tanggal 15, 16, dan 21 Februari karena risiko kekeringan di beberapa lokasi.
SuaraKalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem Kalimantan Barat pada periode 15–21 Februari 2026.
Masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Informasi yang disampaikan kepada mitra BMKG Kalbar, Minggu, 15 Februari 2026, menyebut adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat terjadi secara merata maupun lokal di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
“Waspada potensi hujan intensitas sedang–sangat lebat di sebagian wilayah pada tanggal 15 sampai dengan 21 Februari 2026,” demikian imbauan BMKG, melansir suarakalbar.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada tanggal 15, 16, dan 21 Februari 2026.
Kondisi ini mengindikasikan adanya area dengan tingkat kekeringan tertentu yang tetap berisiko terhadap munculnya titik api.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan, banjir lokal, tanah longsor, hingga peningkatan risiko karhutla di wilayah rawan.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi melalui laman BMKG Kalbar guna mendapatkan pembaruan terkini terkait kondisi atmosfer dan potensi cuaca ekstrem di daerah masing-masing.
BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dan langkah antisipatif sejak dini sangat penting guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Berita Terkait
-
Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino
-
Kondisi Bangunan Terdampak Longsor di Petamburan
-
Apakah Indomobil Tyranno Aman Lewat Banjir? Cek Hasil Tes Ekstremnya di Sini
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki
-
BRI Cetak Wirausaha Baru dari Kalangan PMI, Cirebon Jadi Fokus Program
-
Dana SAL Kembali Ditempatkan, BRI Siap Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Lewat Pembiayaan Produktif
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas