Suhardiman
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:58 WIB
Ilustrasi diskotek. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Pemkot Pontianak mewajibkan diskotek dan klub malam tutup penuh selama Ramadan 2026 berdasarkan Pengumuman Nomor 430 Tahun 2026.
  • Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyatakan penutupan ini untuk menjaga keharmonisan sosial dan kekhusyukan ibadah masyarakat selama Ramadan.
  • Beberapa usaha hiburan lain seperti kafe musik, karaoke, dan internet dibatasi jam operasionalnya mulai pukul 21.00 WIB.

SuaraKalbar.id - Diskotek dan Kelab Malam di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), diwajibkan tutup selama bulan Ramadan 2026. Hal ini ini tertuang dalam Pengumuman Nomor 430 Tahun 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, pengaturan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam menjaga harmoni sosial serta menghormati kekhusyukan ibadah masyarakat selama Ramadan.

“Khusus usaha diskotek dan klub malam diwajibkan tutup selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan dan baru diperkenankan beroperasi kembali pada hari ketiga setelah Idulfitri,” katanya, melansir situs Pontianak, Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam pengumuman itu, seluruh tempat usaha rekreasi dan hiburan diwajibkan tutup satu hari sebelum pelaksanaan puasa Ramadan dan dapat kembali beroperasi pada hari kedua puasa.

Selain itu, beberapa jenis usaha juga dibatasi jam operasionalnya, meliputi game station atau tempat bermain elektronik yang berada di luar pusat perbelanjaan, kafe yang menyediakan live music dan berdiri sendiri, karaoke, permainan biliar yang tidak termasuk pusat pelatihan olahraga daerah, serta warung internet.

Jenis usaha tersebut diperkenankan beroperasi mulai pukul 21.00 WIB hingga sesuai dengan jam operasional izin usaha yang dimiliki, sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

“Pengaturan jam operasional ini bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi, melainkan untuk menjaga suasana Ramadan tetap kondusif, tertib, dan saling menghormati antarumat beragama,” ujarnya.

Kemudian, permainan rakyat meriam karbit diperbolehkan dilaksanakan pada H-1 Idulfitri dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kondusivitas kota dengan melaporkan kepada aparat berwenang apabila mengetahui adanya situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan ini serta bersama-sama menjaga ketertiban dan ketenteraman selama Ramadan, agar suasana kota tetap aman, damai, dan penuh toleransi,” katanya.

Load More