- Warga bernama Mario Febrian menemukan mortir diduga aktif saat mencari ikan di Sungai Beduai, Sanggau, Kalbar, Minggu, 15 Februari 2026.
- Mortir kemudian diserahkan ke Polsek Beduai, lalu dipindahkan ke dasar Sungai Sekayam untuk menjauhkannya dari permukiman warga.
- Polisi sedang menganalisis asal mortir sisa perang tersebut dan mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan benda serupa.
SuaraKalbar.id - Penemuan mortir diduga masih aktif menggegerkan warga di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Minggu, 15 Februari 2026 malam.
Benda berbahaya jika meledak itu ditemukan oleh seorang warga bernama Mario Febrian saat menyelam mencari ikan di Muara Sungai Beduai.
Mortir itu kemudian diserahkan ke Polsek Beduai pada Selasa, 17 Ferbruari 2026 untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, menjelaskan bahwa mortir ditemukan di dasar sungai dan segera diangkat ke daratan.
“Setelah mendapatkan Mortir tersebut, selanjutnya diangkat ke daratan dan kemudian disimpan kembali di Sungai Sekayam yang jauh dari pemukiman penduduk agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan apabila mortir tersebut meledak,” katanya melansir suarakalbar, Rabu, 18 Februari 2026.
Saat ini Polisi masih melakukan analisis untuk mengetahui asal mortir tersebut dan apakah masih ada mortir lain yang terpendam di wilayah tersebut.
“Diduga Mortir tersebut masih aktif dan merupakan sisa saat terjadinya perang di wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.
Polsek Beduai telah berkoordinasi dengan Danki Brimob Polres Sanggau untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan segera memberitahu pihak berwajib jika menemukan mortir atau benda berbahaya lainnya.
“Bhabinkamtibmas Polsek Beduai melaksanakan Binluh dan Himbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada kepada warga yang menyelam mencari ikan di Sungai Beduai maupun Sungai Sekayam agar segera memberitahu kepada pihak berwajib apabila kembali menemukan mortir guna dilakukan penanganan yang cepat dan tepat,” katanya.
Berita Terkait
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
-
DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar
-
Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini
-
Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap
-
BRI Peduli Siapkan 500 Volunteer Dari Program "Yok Kita Gas", Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
Lewat PELOPOR 2026, BRI Perluas Agen Perubahan Budaya Antikorupsi
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum