Suhardiman
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:12 WIB
Ilustrasi anak dan orang tua salat tarawih di masjid. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Orang tua perlu memperkenalkan salat tarawih kepada anak menggunakan bahasa sederhana, menjelaskan bahwa itu adalah ibadah spesial Ramadan.
  • Anak dapat dimotivasi melalui pendampingan bertahap, misalnya memulai dengan 2–4 rakaat, serta menggunakan perlengkapan salat menarik.
  • Penting menciptakan suasana kondusif, menyiapkan fisik anak yang cukup istirahat, dan memberikan apresiasi setelah selesai tarawih.

Suasana berpengaruh besar pada mood anak. Hias sudut salat di rumah dengan lampu Ramadan atau dekorasi sederhana. Libatkan anak saat menata tempat salat atau memilih perlengkapannya agar ia merasa dilibatkan dan dihargai.

7. Gunakan Media Edukatif dan Apresiasi

Sebelum tarawih, ajak anak menonton video edukatif atau membaca buku cerita tentang Ramadan dan salat tarawih. Setelah selesai, beri apresiasi sederhana seperti pujian, pelukan, atau ucapan terima kasih. Anak akan merasa usahanya dihargai dan termotivasi untuk mengulanginya keesokan hari.

Mengajak anak salat tarawih bukan tentang seberapa lama mereka berdiri, melainkan tentang menanamkan rasa cinta pada ibadah. Dengan pendekatan yang lembut, kreatif, dan bertahap, tarawih bisa menjadi momen berharga yang selalu dirindukan anak setiap Ramadan. Kebiasaan kecil hari ini bisa menjadi karakter kuat di masa depan.

Load More