- Penukaran Ringgit di Pontianak memiliki risiko penipuan.
- Masyarakat perlu memilih tempat resmi yang diawasi Bank Indonesia.
- Ketelitian saat menghitung uang dapat mencegah kerugian.
SuaraKalbar.id - Kebutuhan menukar uang Ringgit Malaysia di Pontianak terus meningkat seiring tingginya mobilitas warga ke wilayah perbatasan. Namun di balik aktivitas yang tampak sederhana itu, terselip risiko yang kerap tidak disadari: selisih kurs yang merugikan hingga praktik penipuan.
Di sejumlah titik, penawaran kurs tinggi kerap menjadi daya tarik. Tidak sedikit warga yang tergiur karena berharap mendapat nilai tukar lebih besar.
Sayangnya, dalam beberapa kasus, nominal yang diterima justru tidak sesuai dengan perhitungan awal. Modusnya beragam, mulai dari hitungan cepat yang membingungkan hingga pengurangan uang secara halus.
Kondisi ini muncul karena masih banyak masyarakat yang belum terbiasa membandingkan kurs sebelum bertransaksi.
Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat disarankan menukar uang di tempat resmi yang memiliki izin jelas dan transparan dalam menentukan kurs, seperti lembaga yang berada dalam pengawasan Bank Indonesia.
Selain lebih aman, transaksi di tempat resmi biasanya disertai bukti penukaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain faktor tempat, waktu juga memengaruhi nilai tukar. Di pagi hari, kurs cenderung lebih stabil sebelum mengikuti pergerakan pasar pada siang hingga sore.
Karena itu, memantau pergerakan kurs sebelum melakukan transaksi bisa menjadi langkah sederhana untuk menghindari kerugian.
Hal lain yang kerap diabaikan adalah ketelitian saat menerima uang. Menghitung ulang jumlah yang diterima, memastikan nominal sesuai, hingga memeriksa kondisi fisik uang menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan.
Baca Juga: Mana Lebih Hemat? Adu Harga Sembako Pontianak vs Kuching, Hasilnya Tak Terduga
Di kota seperti Pontianak yang menjadi salah satu pintu keluar masuk transaksi lintas negara, aktivitas penukaran uang memang tidak bisa dihindari. Justru karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama.
Pada akhirnya, menukar uang bukan sekadar mencari kurs tertinggi. Lebih dari itu, memastikan keamanan transaksi menjadi hal yang jauh lebih penting agar tidak merugi di kemudian hari.
Berita Terkait
-
Mana Lebih Hemat? Adu Harga Sembako Pontianak vs Kuching, Hasilnya Tak Terduga
-
AJI Pontianak Soroti Nasib Pekerja Media di May Day, Kesejahteraan Masih Rentan
-
Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Emas, Aktivasi 50 Nasabah Raih 1 Gram
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG