- Delapan jenazah korban kecelakaan helikopter Airbus H-130 tiba di RS Bhayangkara Pontianak pada Jumat, 17 April 2026.
- Tim gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari lokasi jatuhnya helikopter di Bukit Buntak, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
- Pihak RS Bhayangkara saat ini sedang melakukan proses identifikasi terhadap delapan jenazah korban kecelakaan helikopter tersebut.
SuaraKalbar.id - Suasana haru tak terbendung di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Jumat (17/4/2026) pagi. Delapan kantong jenazah korban kecelakaan helikopter di Sekadau datang hampir bersamaan, menghadirkan duka yang mendalam sekaligus menyisakan tanda tanya besar: siapa saja korban di balik tragedi ini?
Sekitar pukul 10.30 WIB, satu per satu ambulans memasuki halaman RS Bhayangkara Pontianak. Namun bukan hanya satu atau dua, melainkan delapan kantong jenazah yang tiba dalam waktu hampir bersamaan.
Momen itu sontak mengundang keheningan. Beberapa petugas terlihat menunduk, sementara suasana berubah menjadi penuh duka. Jenazah tersebut merupakan korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah Bukit Buntak, Hulu Sungai Peniti, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Seluruh korban sebelumnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri dalam operasi yang berlangsung dramatis sejak malam hingga dini hari. Proses evakuasi bukan perkara mudah. Lokasi jatuhnya helikopter berada di medan curam dengan kemiringan mencapai 45 derajat, membuat setiap langkah menjadi penuh risiko.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan bahwa tim harus berpacu dengan waktu sekaligus menjaga keselamatan. “Dari pukul 19.00 sampai 22.00 WIB, seluruh korban berhasil ditemukan dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah,” ujarnya.
Namun tantangan belum berakhir. Jalur darat dinilai terlalu berbahaya, sehingga tim memutuskan menggunakan jalur udara.
Pada akhirnya, helikopter Caracal TNI AU dikerahkan untuk membawa seluruh korban menuju Lanud di Kubu Raya, sebelum diteruskan ke RS Bhayangkara Pontianak. “Pukul 05.00 WIB semua korban sudah berada di posko. Kami utamakan keselamatan tim karena kondisi medan sangat ekstrem,” tegasnya.
Setibanya di RS Bhayangkara, proses identifikasi langsung dilakukan oleh tim Bidokkes Polda Kalbar.
Kepala RS Bhayangkara Pontianak, Kombes Pol Josef Ginting, memastikan seluruh jenazah telah diterima dan kini dalam proses identifikasi. “Ada 8 jenazah yang baru kita terima. Saat ini masih dalam tahap identifikasi, nanti hasil resminya akan disampaikan oleh Bidokkes Polda Kalbar melalui Kapolda,” ujarnya melansir suarakalbar-jaringan Suara.com.
Baca Juga: 6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
Tak hanya jenazah, sejumlah barang pribadi korban juga turut dibawa untuk membantu proses identifikasi. Namun hingga kini, identitas para korban masih belum diumumkan secara resmi.
Di balik delapan kantong jenazah itu, tersimpan kisah yang belum sepenuhnya terungkap—siapa mereka, dan bagaimana detik-detik terakhir sebelum helikopter itu jatuh.
Tragedi ini tak hanya menyisakan puing di hutan Sekadau, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban yang kini menunggu kepastian. Di RS Bhayangkara, harapan dan kecemasan bercampur menjadi satu.
Sementara tim medis bekerja mengungkap identitas, publik pun menanti jawaban atas tragedi yang mengguncang Kalimantan Barat ini.
Tag
Berita Terkait
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Ini Identitas 8 Penumpang Helikopter PK-CFX yang Jatuh, Pilot hingga Penumpang Terungkap
-
Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Kesaksian Warga Ungkap Momen Terakhir Sebelum Hilang
-
Update Evakuasi Helikopter PK-CFX: 8 Penumpang Terjebak di Hutan Ekstrem Sekadau
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Seleksi Mandiri UNTAN 2026: Jadwal, Biaya Pendaftaran, Syarat, dan Link Daftar Lengkap