- Helikopter PK-CFX yang membawa delapan orang hilang kontak saat terbang dari Kecamatan Menukung menuju Pontianak, Kalimantan Barat.
- Tim SAR gabungan berhasil menemukan puing helikopter serta mengevakuasi korban di kawasan hutan terpencil wilayah Sekadau.
- Sebanyak enam penumpang dinyatakan meninggal dunia sementara pihak berwenang kini memulai investigasi penyebab kecelakaan pesawat tersebut.
SuaraKalbar.id - Penemuan korban dalam tragedi PK-CFX menjadi momen paling menegangkan dalam operasi evakuasi helikopter di Sekadau. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, hingga masyarakat harus menembus hutan lebat dan lereng terjal di Kecamatan Nanga Taman sebelum akhirnya menemukan bangkai helikopter dalam kondisi hancur, dengan korban tergeletak di sekitar puing.
Dalam operasi tim SAR yang penuh risiko itu, seluruh korban kemudian dievakuasi menggunakan kantong jenazah, dilakukan dengan sangat hati-hati di tengah medan curam, licin, dan tertutup vegetasi rapat yang memperlambat proses penyelamatan.
Melansir suarakalbar-jaringan Suara.com, dilaporkan jika medan menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari kawasan perkebunan sawit di Kecamatan Menukung menuju Pontianak.
Penerbangan yang awalnya terlihat normal itu berubah menjadi situasi darurat setelah sinyal distress terdeteksi melalui sistem satelit. Beberapa jam kemudian, helikopter ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan hutan Sekadau.
Helikopter tersebut diketahui membawa delapan orang, terdiri dari dua kru yakni pilot dan co-pilot, serta enam penumpang dari perusahaan perkebunan.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menemukan lokasi jatuhnya helikopter yang berada di wilayah terpencil.
Perjalanan helikopter PK-CFX yang awalnya lepas landas dari kawasan perkebunan di Kecamatan Menukung menuju Pontianak berubah menjadi tragedi dalam waktu singkat. Di tengah perjalanan, helikopter itu dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya memancarkan sinyal darurat yang terdeteksi satelit.
Beberapa jam kemudian, puingnya ditemukan di kawasan hutan lebat Kecamatan Nanga Taman. Dari total delapan orang di dalamnya, enam penumpang dipastikan meninggal dunia, menandai akhir tragis dari penerbangan yang semula terlihat rutin tersebut.
Baca Juga: Ini Identitas 8 Penumpang Helikopter PK-CFX yang Jatuh, Pilot hingga Penumpang Terungkap
Dengan ditemukannya para korban, fokus penanganan kini beralih ke proses investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Sejumlah faktor seperti kondisi cuaca, gangguan teknis, hingga medan penerbangan akan menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas, tidak hanya di Kalimantan Barat tetapi juga secara nasional. Publik kini menunggu informasi resmi terkait identitas lengkap korban, kronologi detail, serta hasil investigasi penyebab kecelakaan.
Di tengah duka yang menyelimuti, proses evakuasi dan penyelidikan terus berlangsung di lokasi yang masih sulit dijangkau.
Tag
Berita Terkait
-
Ini Identitas 8 Penumpang Helikopter PK-CFX yang Jatuh, Pilot hingga Penumpang Terungkap
-
Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Kesaksian Warga Ungkap Momen Terakhir Sebelum Hilang
-
Update Evakuasi Helikopter PK-CFX: 8 Penumpang Terjebak di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan
-
Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron
-
Arahan Prabowo Perluas Rekening Masyarakat, BRI Siapkan Infrastruktur hingga Pelosok