- Budaya nongkrong di warung kopi telah menjadi identitas sosial masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sejak lama.
- Warkop berfungsi sebagai pusat pertukaran informasi dan ruang sosial egaliter bagi berbagai kalangan masyarakat tanpa terkecuali.
- Aksesibilitas warkop yang buka hingga larut malam dengan harga terjangkau menjadikannya ruang favorit untuk beraktivitas sehari-hari.
SuaraKalbar.id - Jika berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat, ada satu kebiasaan unik yang hampir pasti langsung terlihat: warung kopi atau warkop selalu ramai, bahkan sejak pagi buta hingga larut malam, bahkan seperti tak pernah benar-benar sepi.
Di kota yang dijuluki Kota Khatulistiwa ini, nongkrong di warkop bukan sekadar urusan minum kopi. Aktivitas ini sudah seperti budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari pekerja kantoran, sopir, mahasiswa, pedagang, hingga pensiunan, semua bisa berkumpul di satu meja.
Bahkan bagi sebagian orang Pontianak, sehari terasa belum lengkap kalau belum “ngopi” di warkop langganan.
Lantas, kenapa orang Pontianak hobi nongkrong di warkop dari pagi ke pagi? Berikut tujuh alasannya.
1. Warkop Sudah Jadi Budaya Turun-Temurun
Budaya ngopi di Pontianak sudah berlangsung sejak lama, dipengaruhi tradisi masyarakat Melayu dan Tionghoa yang gemar berkumpul sambil menikmati kopi hitam pekat.
Banyak warkop legendaris yang berdiri puluhan tahun dan tetap ramai hingga kini.
2. Tempat Bertukar Kabar dan Informasi
Sebelum media sosial ramai seperti sekarang, warkop sudah menjadi “pusat berita”. Dari obrolan politik, ekonomi, sepak bola, sampai kabar tetangga, semua dibahas di meja kopi.
Baca Juga: 7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
Tak heran, banyak orang datang bukan hanya untuk minum, tapi juga “update informasi”.
3. Kopi Pontianak Punya Cita Rasa Khas
Kopi Aming dan racikan kopi lokal lainnya punya rasa khas: pekat, aromatik, dan sering disajikan dengan cara tradisional.
Bagi pencinta kopi, sekali coba sering bikin ketagihan.
4. Harga Relatif Murah dan Ramah Kantong
Dengan uang belasan ribu rupiah, pengunjung biasanya sudah bisa menikmati kopi dan camilan seperti roti srikaya atau pisang goreng.
Tag
Berita Terkait
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
7 Bakso dan Mie Viral di Pontianak 2026, Nomor 4 Jadi Favorit Kuliner Malam
-
7 SD Swasta Favorit di Pontianak untuk PPDB 2026, Lengkap dengan Estimasi Biaya dan Keunggulannya
-
Tangis Pecah di RS Bhayangkara! 8 Kantong Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Datang Bersamaan
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
7 Kedai Kopi Lokal Paling Hits di Singkawang 2026, Ada yang Legendaris Sejak 1955
-
7 Bakso dan Mie Viral di Pontianak 2026, Nomor 4 Jadi Favorit Kuliner Malam
-
Proyek Harita Group Dikebut, Kayong Utara Bersiap Jadi Pusat Industri Alumina dan Aluminium
-
Harga Tabung Gas 12 Kilogram di Ketapang Tembus Rp260 Ribu, Warga Mulai Pangkas Belanja Dapur