- Warga Kalimantan Barat kini sering berwisata belanja barang bermerek ke Sarawak, Malaysia, melalui jalur darat Pos Lintas Batas Negara Entikong.
- Wisatawan memanfaatkan perjalanan lintas batas ini untuk membeli produk fashion dan makanan dengan harga lebih terjangkau saat akhir pekan.
- Pelancong diimbau merencanakan daftar belanja, memantau nilai tukar mata uang, serta mematuhi aturan bea cukai sebelum melakukan perjalanan darat.
SuaraKalbar.id - Belanja ke Malaysia lewat jalur darat kini kembali ramai dibicarakan warga Kalimantan Barat. Salah satu pintu favoritnya adalah kawasan Pos Lintas Batas Negara Entikong yang menghubungkan Indonesia dengan wilayah Sarawak.
Menariknya, banyak wisatawan memanfaatkan perjalanan lintas batas ini bukan hanya untuk jalan-jalan, tetapi juga berburu barang branded dengan harga yang dianggap lebih murah dibanding di kota besar Indonesia.
Mulai dari sneakers, tas, parfum, hingga cokelat dan skincare, kawasan perbatasan menuju Malaysia kini sering jadi tujuan short trip warga Kalbar saat long weekend.
Namun agar tidak boncos saat belanja, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan sebelum berangkat ke Malaysia lewat jalur Entikong.
1. Tentukan Target Belanja Sebelum Berangkat
Kesalahan paling umum wisatawan adalah terlalu impulsif saat tiba di Malaysia.
Karena itu, penting menentukan daftar barang yang memang ingin dibeli sejak awal, misalnya sneakers, kosmetik, pakaian olahraga, tas, atau camilan khas Malaysia.
Dengan daftar belanja yang jelas, pengeluaran bisa lebih terkontrol selama road trip lintas negara.
2. Manfaatkan Kurs Ringgit Saat Menguntungkan
Sebelum berangkat, wisatawan disarankan memantau nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Selisih kurs bisa sangat memengaruhi total belanja, terutama jika membeli barang branded dalam jumlah banyak.
Baca Juga: Viral Bus Pontianak-Kuching 2026, Interiornya Disebut Mirip Pesawat dan Tiketnya Bikin Kaget
Banyak pelancong memilih menukar uang di Pontianak sebelum berangkat karena pilihan money changer lebih banyak dibanding kawasan perbatasan.
3. Cari Promo di Mall Malaysia
Salah satu alasan wisatawan suka belanja di Malaysia adalah promo mall yang cukup agresif, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Beberapa pusat perbelanjaan di Kuching sering menghadirkan diskon fashion, buy 1 get 1, hingga clearance sale untuk brand internasional.
Karena itu, wisatawan biasanya memantau media sosial mall terlebih dahulu sebelum datang.
4. Fokus pada Barang yang Selisih Harganya Jauh
Tidak semua barang di Malaysia lebih murah dibanding Indonesia. Wisatawan biasanya lebih fokus membeli sepatu olahraga, parfum, cokelat impor, produk kesehatan, dan beberapa fashion item tertentu.
Tag
Berita Terkait
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
Banjir Putus Akses Jalan ke PLBN Entikong, Warga Terjebak di Perbatasan
-
13.035 Orang Melintasi PLBN Entikong Selama Arus Balik Lebaran
-
Antrian PLBN Entikong Membludak, Publik Minta Kemenhub Kembalikan Status Internasional ke Bandara Supadio
-
Kembali Viral Kisah Nursaka, Rela PP Malaysia-Indonesia demi Bisa Sekolah di Entikong Kalbar
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
BRI Sambut Positif Penempatan Dana SAL, Fokus Dorong Pembiayaan UMKM
-
BRI Catat Setoran Pajak Rp8,1 Triliun pada Kuartal I 2026, Pengamat Soroti Peran Danantara