- Oknum tidak bertanggung jawab melakukan penipuan berkedok bantuan donor darah terhadap keluarga pasien yang panik di rumah sakit.
- Pelaku memanfaatkan media sosial untuk meminta sejumlah uang dengan dalih biaya transportasi dan administrasi kepada keluarga korban.
- Masyarakat diimbau mencari bantuan donor darah melalui jalur resmi seperti PMI dan rumah sakit guna menghindari tindak penipuan.
SuaraKalbar.id - Di tengah kepanikan keluarga pasien mencari donor darah, muncul fenomena baru yang mulai meresahkan masyarakat: dugaan penipuan berkedok bantuan donor darah.
Modus ini biasanya menyasar keluarga pasien yang sedang dalam kondisi darurat dan membutuhkan darah secepat mungkin untuk anggota keluarganya yang dirawat di rumah sakit.
Situasi panik dan terburu-buru sering dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menawarkan bantuan donor darah melalui media sosial, grup percakapan, hingga pesan pribadi.
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengatakan kebutuhan darah di Kota Pontianak saja bisa mencapai 125 hingga 140 kantong per hari, sementara rata-rata pendonor yang datang setiap hari hanya berkisar 75 hingga 100 kantong. Kondisi ini membuat pencarian donor darah sering dilakukan secara cepat, termasuk melalui media sosial.
Media sosial kini memang membuat pencarian donor darah berlangsung lebih mudah dan cepat. Poster permintaan donor darah dengan nomor telepon keluarga pasien hampir setiap hari beredar luas di internet.
Namun di balik kemudahan tersebut, muncul risiko baru berupa penyalahgunaan informasi oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
Edi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan memastikan setiap informasi kebutuhan darah berasal dari sumber yang jelas.
“Kalau ada informasi kebutuhan darah, pastikan dulu sumbernya. Jangan mudah percaya jika ada pihak yang meminta uang atau memanfaatkan situasi atas nama donor darah,” tegasnya.
Tak sedikit keluarga pasien yang akhirnya diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya transportasi, administrasi, hingga “pengganti tenaga” pendonor.
Baca Juga: Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
Fenomena ini mulai menjadi perhatian karena kebutuhan donor darah memang kerap meningkat, sementara keluarga pasien sering kesulitan mencari pendonor dalam waktu singkat.
Di sisi lain, kebutuhan donor darah memang masih menjadi persoalan yang sering muncul di berbagai daerah, terutama saat stok darah menipis atau golongan darah tertentu sulit ditemukan.
Peringatan serupa juga disampaikan Kapolresta Endang Tri Purwanto setelah menerima informasi adanya pihak yang diduga meminta imbalan kepada keluarga pasien atau warga yang sedang membutuhkan pendonor darah.
Menurutnya, ada oknum yang mengaku bersedia mendonorkan darah tetapi kemudian meminta uang maupun fasilitas tertentu kepada pihak keluarga pasien.
“Yang bersangkutan membutuhkan pendonor darah, tetapi tiba-tiba ada orang yang mau mendonorkan, lalu meminta uang atau diberikan makanan dan sebagainya,” ujarnya.
Kapolresta menilai pola seperti itu patut diwaspadai karena bisa mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan maupun pemerasan.
Berita Terkait
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban
-
Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
BRI Hadirkan ORI030, Investasi ORI dengan Kupon Tetap Hingga 7,00%
-
BRI Peduli Dorong KWT Bogor Naik Kelas Lewat Inovasi Olahan Pala
-
BRI dan Danantara Perkuat Fundamental, Cost of Fund Turun ke 2,33%
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi, Dividen Jumbo Capai Rp52,1 Triliun
-
Perkuat Tata Kelola, BRI Terapkan Zero Tolerance untuk Fraud dan Korupsi