- Pemerintah Kota Pontianak mencatatkan realisasi pendapatan sebesar Rp2,15 triliun atau 99,56 persen dari target pada tahun 2025.
- Terdapat SiLPA senilai Rp138,87 miliar akibat perpanjangan proyek konstruksi, penghematan anggaran, serta realisasi belanja hanya 93,27 persen.
- Pemkot Pontianak berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-15 berturut-turut dari BPK atas tata kelola keuangan daerah.
Di tengah munculnya pertanyaan mengenai SiLPA, Pemerintah Kota Pontianak juga mencatat prestasi penting dalam tata kelola keuangan daerah.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemerintah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2025.
Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-15 yang berhasil dipertahankan secara berturut-turut oleh Pemkot Pontianak.
Menurut Edi, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah terus dilakukan secara akuntabel dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penghargaan dan capaian administratif bukanlah tujuan akhir dari pengelolaan anggaran daerah.
"Yang lebih penting adalah bagaimana program yang disusun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
DPRD Akan Dalami Penggunaan Anggaran
Setelah penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Kota Pontianak akan melanjutkan pembahasan melalui pandangan umum fraksi-fraksi serta pembahasan bersama pemerintah daerah.
Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi legislatif untuk mendalami berbagai aspek pengelolaan keuangan daerah, termasuk realisasi belanja dan munculnya SiLPA sebesar Rp138,87 miliar.
Baca Juga: BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
Di tengah capaian pendapatan yang hampir menyentuh target dan raihan WTP ke-15 berturut-turut, keberadaan sisa anggaran ratusan miliar rupiah tersebut menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam laporan pertanggungjawaban APBD Kota Pontianak tahun 2025.
Tag
Berita Terkait
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Saat Keluarga Pasien di Pontianak Panik Cari Darah, Modus Penipuan Mulai Bermunculan
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Tak Terhalang Batas Negara, Dayak Bidayuh RI dan Malaysia Bersatu di Gawia Sowa 2026
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang