Tasmalinda
Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB
event sawit yang akan digelar di kubu raya Kalimantan Barat
Baca 10 detik
  • Rencana konferensi sawit IPOSC 2026 di Kubu Raya menuai kritik keras karena dinilai tidak berempati pada korban kebakaran hutan.
  • Tokoh publik Ferry Irwandi secara terbuka mendesak pembatalan acara tersebut melalui media sosial akibat parahnya dampak kabut asap warga.
  • Hingga kini belum ada keterangan resmi pembatalan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 23 September 2026 tersebut.

Unggahan tersebut kemudian memancing perhatian warganet dan kembali membuka perdebatan mengenai penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan dengan industri sawit di tengah persoalan karhutla.

Bagi pihak yang mengkritik, persoalannya bukan hanya mengenai substansi acara, tetapi juga mengenai empati terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat.

Karhutla dan kabut asap selama ini menjadi persoalan berulang di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu persoalan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Karena itu, muncul pertanyaan apakah penyelenggaraan IPOSC 2026 tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal atau justru akan dievaluasi setelah munculnya kritik dan desakan pembatalan.

Kekinian informasi mengenai IPOSC 2026 masih mencantumkan jadwal pelaksanaan pada 22-23 September 2026 di Kubu Raya. Belum ada keterangan resmi mengenai perubahan atau pembatalan kegiatan.

Publik Menunggu Sikap Penyelenggara

Sorotan terhadap IPOSC 2026 kini tidak hanya berkaitan dengan sebuah konferensi dan pameran sawit. Kritik yang muncul berkembang menjadi pertanyaan lebih besar mengenai sensitivitas penyelenggaraan sebuah event di tengah persoalan lingkungan yang masih berlangsung.

Publik kini menunggu respons penyelenggara terkait kritik dan desakan agar acara tersebut dibatalkan.

Apakah IPOSC 2026 tetap digelar sesuai jadwal, atau penyelenggara akan mempertimbangkan kembali pelaksanaannya di tengah sorotan terhadap kondisi karhutla, menjadi perkembangan yang masih dinantikan.

Baca Juga: Posko Solidaritas Rakyat Borneo Salurkan 8.260 Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla

Load More