Tasmalinda
Jum'at, 06 November 2026 | 20:17 WIB
Helikopter TNI AD jatuh di Seruyan pada Rabu (4/11/2026) saat memadamkan kebakaran hutan.
Baca 10 detik
  • Helikopter TNI AD jatuh di Seruyan pada Rabu (4/11/2026) saat memadamkan kebakaran hutan.
  • Tim SAR gabungan mengerahkan 25 penyelam dan kapal tugboat untuk mengevakuasi korban di perairan keruh.
  • Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan rincian lima selamat dan tiga prajurit gugur.

Rencana penarikan badan helikopter menggunakan kapal tugboat juga disiapkan agar posisi bangkai pesawat dapat diangkat dan dijangkau penyelam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses menuju kabin helikopter untuk mengevakuasi korban yang masih berada di dalamnya.

Satu Penyelam Sempat Tersengat Listrik, Warga Diminta Menjauh

Kesulitan evakuasi ternyata tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam dan posisi bangkai helikopter. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengungkapkan adanya risiko kelistrikan di sekitar badan helikopter yang berada di dalam air.

Ia menyebut seorang penyelam sempat mengalami sengatan listrik ketika melakukan penyelaman di lokasi tersebut.

Padahal, menurut penjelasan Pangdam, helikopter sudah berada dalam kondisi mati. Namun, masih terdapat potensi aliran listrik yang dapat membahayakan personel di dalam air.

Karena itu, Pangdam meminta masyarakat tidak mendekati lokasi jatuhnya helikopter.

Imbauan tersebut penting untuk mencegah warga masuk ke area berbahaya, terutama ketika proses evakuasi masih berlangsung dan tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangkai pesawat.

Pihak TNI juga akan melakukan penilaian lebih lanjut mengenai kondisi helikopter sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.

Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan

Jenazah Kru Terakhir Berhasil Dievakuasi, Tiga Prajurit Gugur

Di tengah berbagai kendala tersebut, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah prajurit terakhir yang sebelumnya masih terjebak di dalam helikopter.

Korban tersebut adalah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Jenazahnya ditemukan di dalam badan helikopter yang berada di dasar perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.

Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, proses evakuasi dilakukan dengan bantuan kapal tugboat untuk menarik dan membalikkan posisi badan helikopter.

Setelah posisi bangkai pesawat dapat dijangkau, tim penyelam masuk untuk mengeluarkan jenazah korban. Jenazah kemudian dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung sebelum diteruskan ke RSUD Kuala Pembuang.

Dengan ditemukannya Heri Prasetyo, seluruh delapan personel yang berada di dalam helikopter telah berhasil dievakuasi. Lima personel selamat, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia.

Load More