Indeks Terpopuler News Lifestyle

Kapuas Hulu Kalbar Gelap Pasca Banjir, PLN Masih Perbaiki Gardu Terendam

Pebriansyah Ariefana Rabu, 16 September 2020 | 10:32 WIB

Kapuas Hulu Kalbar Gelap Pasca Banjir, PLN Masih Perbaiki Gardu Terendam
Suasana pemukiman dan tempat parkir kendaraan yang tergenang banjir di tepian Sungai Kapuas, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2020). (Antara/Jessica Helena Wuysan)

Apabila nanti banjir surut maka perbaikan secara bertahap karena perangkat listrik maupun mesin pembangkit telah terkena air.

SuaraKalbar.id - PLN Kalimantan Barat masih melakukan pengecekan gardu-gardu yang tenggelam pasca banir di Kabupaten Kapuas Hulu dan sekitarnya. General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo mengatakan bahwa pihaknya butuh waktu untuk pemulihan suplai listrik dampak banjir.

Apabila nanti banjir surut maka perbaikan secara bertahap karena perangkat listrik maupun mesin pembangkit telah terkena air.

"Saat ini banjir masih melanda di Kapuas Hulu dan sekitarnya. Jika banjir mulai surut maka petugas kami akan segera melakukan pengecekan di setiap gardu distribusi untuk memastikan kondisi gardu serta instalasi listrik benar-benar aman untuk dialiri listrik," ujarnya di Pontianak, Rabu (16/9/2020).

"Dampak banjir tentu memerlukan perlakuan khusus agar terbebas dari air, hal ini demi keamanan masyarakat secara umum," lanjut dia.

Untuk kondisi saat ini, pihaknya dari PLN terpaksa masih hentikan pasokan listrik sementara baik di Putussibau, dan beberapa kawasan di Nanga Pinoh.

"Mesin pembangkit dan instalasi kelistrikan PLN masih terendam air. Untuk menyelamatkan jiwa warga dan asset kelistrikan maka dengan sangat terpaksa kami hentikan aliran listrik sementara sejak hari Minggu tanggal 13 September 2020 jam 22.30 WIB kemarin hingga sekarang," kata dia.

Ari menyebutkan bahwa di Putussibau terdapat 168 gardu distribusi dan semuanya dalam posisi dipadamkan, sementara di Nanga Pinoh ada 51 gardu distribusi yang dipadamkan dari total 305 gardu distribusi yang ada.

Daerah yang mengalami pemadaman antara lain Desa Tanjung Raya, Kecamatan Sayan, Kecamatan Menukung, Kecamatan Nanga Ella, Kecamatan Tanah Pinoh,
Kecamatan Tanah Pinoh Barat, dan Kecamatan Sokan.

Ari juga menjelaskan, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk sebagai dampak bencana banjir ini pihaknya siaga kan petugas selama 24 jam memantau kondisi banjir agar tidak menimbulkan korban jiwa khususnya yang berhubungan dengan kelistrikan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menjaga keselamatan jiwa terutama yang berhubungan dengan kelistrikan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait