Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Pontianak Timur, 7 Saksi Diperiksa

Husna Rahmayunita Jum'at, 25 September 2020 | 16:10 WIB

Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Pontianak Timur, 7 Saksi Diperiksa
Ilustrasi garis polisi [suara.com/Nur Habibie]

Kedua korban sebelumnya ditemukan tewas di rumah mereka dalam kondisi mengenaskan.

SuaraKalbar.id - Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin menyampaikan terkait gelar perkara perkembangan kasus dugaan pembunuhan ibu  anak di Jalan Tanjung Harapan, Pontianak Timur, Kalimantan Barat.

Kedua  korban yaitu SS (39) dan putrinya GB  (19) sebelumnya ditemukan tewas di rumah mereka dalam kondisi mengenaskan.

"Kita mempelajari kembali bukti-bukti apa yang kita dapatkan di TKP kemudian keterkaitannya dengan hal-hal lain yang dalam hal ini masih dalam tahap penyelidikan," ujar Komarudin kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Ia menerangkan sebanyak tujuh orang saksi telah diperiksa dimintai keterangan oleh petugas.  Dari hasil keterangan para saksi, belum adanya penjelasan yang mengarah terhadap pelaku.

"Sudah ada tujuh saksi kita mintai keterangan dan dari semuanya belum ada yang mengarah ke pelaku," lanjutnya.

Komarudin mengungkapkan, polisi masih mengumpulkan barang yang menjadi bukti dan fakta-fakta di tempat kejadian perkara (TKP).

"Mohon saja doanya dalam waktu dekat ini bisa kita ungkap misteri ini sehingga ada titik kejelasan,"ungkapnya.

Anggota INAVIS Polres Pontianak melakukan olah TKP lanjutan dilokasi kejadian dugaan pembunuhan ibu dan anak di Jalan Tanjung Harapan, Pontianak Timur,Kalimantan Barat. (Suara.com/Eko Susanto)
Anggota INAVIS Polres Pontianak melakukan olah TKP lanjutan di lokasi kejadian dugaan pembunuhan ibu dan anak di Jalan Tanjung Harapan, Pontianak Timur,Kalimantan Barat. (Suara.com/Eko Susanto)

Lebih lanjut, Komarudin menerangkan dalam mengembangkan kasus tersebut, kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil visum dari kedua korban juga menjadi pertimbangan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Masih bias seluruhnya dari fakta-fakta dan bukti yang kita temukan di lapangan masih sangat bias makanya kami masih intens dalam mengumpulkan tiap-tiap bukti yang memungkinkan ada keterkaitan dengan kasus yang dilaporkan," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait