"Jadi upaya yang kita lakukan selain mengumpulkan bukti-bukti, kita melakukan lah TKP lanjutan untuk meyakinkan penyidik siapa pelaku dari kejadian tersebut," jelasnya.
Petugas terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait informasi dan fakta-fakta baru yang didapatkan.
"Kondisi di lapangan dan di TKP harus ini betul- betul bisa mengarah atau ada kesesuaian terhadap pelaku, mengingat kesulitan yang dialami bahwa di TKP sangat minim sekali bukti yang bisa didapatkan, makanya kita terus melakukan pengembangan-pengembangan hal yang bisa kita dapatkan termasuk informasi kita kumpulkan kita analisa dan dikaji agar dapat mengarah ke satu titik," tukasnya.
Kematian Sumi dan Geby diketahui saat salah satu keluarga mereka, Yoga menghubungi. Namun sudah 3 hari dihubungi, tidak terjawab.
Baca Juga:Pontianak Berlakukan Jam Malam, Warga Positif Corona Semakin Banyak
Yoga pun ke rumah Sumi, dia menemui banyak kejanggalan. Salah satunya lampu rumah yang keadaan mati.
Saat mengintip, Yoga melihat Sumi dan Geby tergeletak di lantai rumah. Polisi pun datang dan kedua jenazah itu langsung dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara.
Warga sekitar menilai sosok Sumi adalah orang yang tertutup. Warga sering melihat Sumi menangis. Begitu juga Geby, dia jarang ada di luar rumah.
Sehari-hari Sumi berjualan sembako di rumahnya.
Kontributor : Eko Susanto
Baca Juga:Kronologi Pembunuhan Sadis PSK Tanjungpinang, Korban Dihabisi Pakai Martil