facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kadinkes Kalbar Geram Ada Daerah Tak Penuhi Kuota Sampel Swab

Husna Rahmayunita Selasa, 29 September 2020 | 19:20 WIB

Kadinkes Kalbar Geram Ada Daerah Tak Penuhi Kuota Sampel Swab
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson. (Suara.com/Eko Susanto)

Salah satunya yang menjadi sorotannya adalah Kabupaten Kayong Utara.

SuaraKalbar.id - Kepala Dinas Kesehatan Pontianak Harisson geram lantaran ada daerah yang tidak memenuhi kuota sampel swab.

Padahal berdasarkan peraturan Gubernur Nomor 110 tahun 2020, kabupaten atau kota diminta untuk mengirimkan 200 sampel swab perminggu ke Dinkes Kalbar untuk pemeriksaan.

Namun, masih ada daerah yang belum memenuhi kuota. Salah satunya yang menjadi sorotannya adalah Kabupaten Kayong Utara.

"Kayong tuh ngeyel, kalau memang berat 200, harusnya 126 sampel per minggu. Standar WHO dan Kemkes 1 sampel per 1.000 penduduk per minggu. Jadi Kayong harus nya 126 sampel per minggu. Coba lihat data Kayong berapa mereka kirim sampel per minggu?,” tuturnya seperti dikutip dari Suarakalbar.co.id , Selasa (29/9/2020).

Baca Juga: Duh, Hasil Tes Swab di Kabupaten Bogor Bisa Sampai 3 Minggu

Harisson menjelaskan, seharusnya Kabupaten Kayong Utara melakukan pengambilan swab sebanyak 21 sampel tiap harinya untuk memenuhi kuota..

“Kayong itu 126 sampel per minggu. Jadi 1 hari harus nya 21 sampel. Kalau dibagi lagi per puskesmas, misalnya puskemas nya 10 kan berarti 1 puskesmas 2 sampel per hari. Masak tidak dapat?,"

"Belum lagi pasien yang gejala Influenza Like Ilnes (ILI) yang berkunjung ke RS Kabupatennya, kan dapat banyak seharusnya. Orang demam batuk pilek harus nya diswab, masak diseluruh Kayong sehari gak ada 21 orang yang batuk pilek yang berobat ke Puskesmas atau RS ?,” terang Harisson.

Lebih lanjut, Harisson pun memberikan sindiran pedas kepada dinas kesehatan setempat yang belum memenuhi kuota sampel swab.

“Kepala Dinas Kesehatan yang tidak mau melaksanakan testing 200 per minggu atau sesuai proporsi jumlah penduduk sesuai standar WHO bagus mundur jak (saja --red), dari pada membahayakan keselamatan warga di daerah nya,” pungkasnya.

Baca Juga: Selusur Sungai Kapuas Diharapkan Bangkitkan Wisata di Pontianak

Sementara berdasarkan data bulan Septemer 2020,  Kota Pontianak  mengirimkan 4902 sampel swab, Kabupaten Kubu Raya (1455), Mempawah (1518 ), Kota Singkawang (502), Sambas (890), Bengkayang (519), Landak (1674 ), Sanggau (269), Sekadau (219), Sintang (1670), Melawi (108), Kapuas Hulu (130)dan Kayong Utara (26).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait