Michelle melintasi Jembatan London, Inggris. Beberapa orang memandanginya. Seorang laki-laki bersiul ke arahnya.
Ada pula seorang pria yang tiba-tiba bertanya kepadaku, "Berapa (tarifnya--RED)?"
Pertanyaan ini membuat Michelle sesaat merasa bahwa belahan dadanya sangat murah.
Walau demikian, dia tetap cuek dan tak akan membiarkan pandangan orang-orang membuatnya goyah.
Baca Juga:No Bra Day; Begini Cara Deteksi Mandiri Kanker Payudara
Michelle merasa nyaman di belakang meja kantor, bagaikan mengenakan piyama di rumah saja. Tidak ada kawat yang mengekang dirinya sehingga memberikan dampak positif baginya.

Dia tidak akan kaget jika hal itu juga sangat membantu produktivitasnya.
Suatu waktu, Michelle berbicara dengan staf, yakni seorang laki-laki dan perempuan. Dia mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengenakan bra hari ini dan meminta tanggapan dari mereka.
"Perempuan yang aku mintai tanggapan berkata, 'Wow, dadamu terlihat bagus.' Sementara, laki-laki di sebelahnya hanya tersenyum sopan. Namun, dia tidak menagih uang untuk kopi yang aku beli. Aku menilai laki-laki itu memiliki tanggapan serupa dengan perempuan di sebelahnya."
Selain itu, ada kejadian menarik saat di kantin. Sejumlah laki-laki memberikan antreannya untuk Michelle. Ada yang mempersilahkan Michelle lebih dulu, sedangkan beberapa lainnya tampak memandangi Michelle.
Baca Juga:No Bra Day: Benarkah Tidak Pakai Bra Bikin Payudara Kendur?
"Kenyataannya, satu hal yang menurutku paling mengejutkan adalah reaksi berbeda antara laki-laki dan perempuan. Aku mengira perempuan di sekelilingku yang mendukung pengalamanku tanpa bra ini. Ternyata, para laki-laki yang justru membuatku merasa nyaman dengan diriku."