Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad Sejak Dinasti Abbasiyah

Merayakan dengan cara baik.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad Sejak Dinasti Abbasiyah
Quraish Shihab dan Nana Shihab (Youtube/ Najwa Shihab)

SuaraKalbar.id - Ulama terpandang Indonesia, Quraish Shihab menyebutkan warga boleh merayakan Maulid Nabi Muhammad. Namun dengan cara kebaikan.

Hanya saja Quraish Shihab mengatakan masih ada pro kontra perayaan Maulid Nabi Muhammad. Sebab memeringati Maulid Nabi sendiri bukan ibadah murni, namun tetap mendapat pahala lantaran telah mensyiarkan Nabi Muhammad kepada banyak orang.

Quraish Shihab berpendapat, sebelum mencintai sesuatu, seseorang harus terlebih dulu mengenal dan memahaminya. Dengan merayakan Maulid, orang lain menjadi kenal dengan Nabi Muhammad.

“Jangankan membicarakan tentang kehebatan Nabi, atau tentang ajaran Nabi. Maaf-maaf, hubungan mesra antara suami istri itu dapat pahala. Apalagi ini (Maulid Nabi),” ujar Quraish Shihab.

Baca Juga:Cuti Bersama Libur Panjang, 147 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Ribuan umat muslim mengikuti Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/11). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Ribuan umat muslim mengikuti Tabligh Akbar Majelis Rasulullah SAW di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/11). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Lebih jauh, tokoh intelektual Islam sekaligus pendiri Pusat Studi Al Quran itu memastikan, Nabi Muhammad sendiri acap ‘merayakan’ hari kelahirannya.

Yakni dengan melakukan ibadah puasa. Maka, secara tak langsung Quraish berpendapat, merayakan hari kelahiran sebenarnya tak masalah, asalkan melalui cara-cara baik.

“Dalam Shahih Muslim ditanya Nabi ‘kenapa Nabi berpuasa pada hari Senin?’ Beliau menjawab ‘itulah di mana hari aku lahir,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Quraish Shihab mengatakan, perayaan Maulid Nabi sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru dibuat meriah pada zaman Dinasti Abbasiyah. Khususnya, di masa kekhalifahan Al-Hakim Billah.

“Dia (Al-Hakim Billah) merayakan Maulid Nabi dengan keluar bersama permaisurinya dengan mengenaikan pakaian yang indah,” kata dia.

Baca Juga:Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Disbudpar Batam Ambil Langkah Tegas

Di Indonesia sendiri, Maulid Nabi biasanya diperingati dengan berbagai bentuk perayaan.
Menariknya, setiap daerah atau budaya, punya cara tersendiri untuk mengenang kelahiran sosok paling berpengaruh dalam ajaran Islam tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini