alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada Potensi Banjir Rob di Pinggiran Sungai Kapuas

Husna Rahmayunita Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:21 WIB

Waspada Potensi Banjir Rob di Pinggiran Sungai Kapuas
Air Sungai Kapuas mengalami pasang cukup tinggi sekitar 1,7 meter, Sabtu (5/12/2020). (Antara/HO-Humas Pontianak)

Ketinggian air pasang laut mencapai 1,7 meter.

SuaraKalbar.id - Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Kalimantan Barat mengimbau warga agar mewaspadai potensi banjir rob di pinggiran Sungai Kapuas.

Imbauan ini menyusurlair pasang laut tinggi pada Sabtu (5/12/2020) pagi. Diterangkan ketinggian air pasang laut mencapai 1,7 meter.

"Dengan adanya fenomena alam, berupa air pasar laut maksimum menurut data kami, maka masyarakat harus waspada terhadap tingginya permukaan air Sungai Kapuas sebagai dampak dari air pasang laut dengan ketinggian maksimum itu," ujar Kepala Stasium Meteorologi Maritim BMKG Pontianak, Danu Triatmoko dalam keterangan di Pontianak.

Dia menjelaskan akibat fenomena tersebut, sejumlah kawasan terdekat pinggiran Sungai bisa terdampak. Untuk itu warga diminta waspada.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,3 Guncang Konawe Sulawesi Tenggara

"Sehingga dengan ketinggian air pasang laut maksimum itu dengan waktu pasang puncak sekitar pukul 11.00 WIB, maka daerah pinggiran sungai, bantaran dan kawasan rendah akan tergenang dengan ketinggian air bervariasi," kata Danu Triatmoko.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (Antara)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (Antara)

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan fungsi parit agar air cepat turun ke Sungai Kapuas dalam mencegah terjadinya genangan air di kota itu, ketika musim penghujan atau air pasang tertinggi.

"Parit-parit yang ada di Kota Pontianak akan kami optimalkan lagi dalam mengatasi masalah genangan air ketika musim penghujan," katanya.

Menurut dia, karakteristik Kota Pontianak berbeda dengan daerah Pulau Jawa yang banyak pegunungan. Sungai di Kota Pontianak jika dikeruk untuk ditambah kedalamannya maka tidak cukup efektif lantaran akan ada lagi endapan lumpur bahkan dari Sungai Kapuas juga masuk ke parit yang ada di Kota Pontianak.

"Jadi rata-rata kedalaman parit di Kota Pontianak antara 1,2 hingga 2 meter, jika melebihi angka tersebut maka akan terjadi endapan lumpur," katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Hari Ini, Kamis 3 Desember 2020

Edo berpendapat langkah yang paling efektif adalah dengan memperluas daya tampung atau membangun waduk-waduk kecil.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait